PADANG, METRO–Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tetap menjadi partai nomor satu di Sumatra Barat (Sumbar) pada Pemilu 2024. Hal itu terlihat pada rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait peta elektoral jelang Pemilu 2024 di Sumbar, Kamis (25/1). Partai Gerindra akan menjadi partai yang memenangkan Pemilu berturut-turut.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan PhD mengatakan, dari simulasi surat suara Sumbar dengan kartu suara Pileg 2024, Gerindra di Sumbar mendapatkan suara 30,2 persen. Angka itu jauh meninggalkan partai urutan kedua dan seterusnya. Hasil survei Januari 2024 itu jauh meningkat dibandingkan hasil Pileg 2019 sekitar 20,6 persen dan menempatkan tiga kader Gerindra di DPR RI. Dua di Dapil I dan satu di Dapil II. 2024, Gerindra berpotensi mendapatkan lima kursi.
LSI juga merilis, Partai NasDem menjadi partai nomor dua dengan dengan 13,8 persen (7,6 persen 2019), Partai Golkar 11,2 persen (7,4), PKS 10,7 persen (13,0), PAN 8,5 persen (15,1), Demokrat 7,7 persen (13,5), PDIP 4,7 persen (4,9), PPP 2,0 persen (5,2), PKB 1,5 persen (3,3), Partai Ummat 0,2 persen (-), Perindo 0,1 persen (1,6), PBB 0,1 persen (1,7), Partai Buruh, PKN, Gelora, Garuda, PSI 0,0. Sisanya tidak tahu dan tidak menjawab (TTTJ) 9,1 persen.
“Populasi survei ini adalah seluruh WNI di Sumbar yang punya hak pilih dalam Pemilihan Umum. Yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Di setiap dapil DPR RI di Sumbar diambil sampel sebanyak 800 orang dengan menggunakan metode multistage random sampling,” katanya.
Sehingga, sebutnya, dari dua Dapil total sampel secara keseluruhan sebanyak 1.600 responden di Provinsi Sumbar. Total sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan (margin of error) ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di tiap Dapil Sumbar yang terdistribusi secara proporsional. Analisis gabu ngan diterapkan pembobotan sehingga sampel dari seluruh Kabupaten/Kota juga terdistribusi secara proporsional di tingkat Provinsi.
Dapil I terdiri dari Padang, Mentawai, Pessel, Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Sawahlunto, Tanahdatar dan Padangpanjang. Dapil II Padangpariaman, Kota Pariaman, Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar).
Djayadi mengatakan, Gerindra masih menjadi yang terkuat di Sumbar berkat Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade yang memiliki persentase pribadi sangat tinggi. Jauh meninggalkan semua Caleg dari seluruh partai di Sumbar. Khusus untuk Dapil I, Andre Rosiade sangat jauh meninggalkan Caleg lain, baik incumbent atau tidak.
“Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menjadi magnet kuat dan berkontribusi positif membuat Gerindra mempertahankan kedidgayaannya di Sumbar. Dari hasil survei top of mind dengan pertanyaan, jika pemilihan anggota DPR RI dari daerah pemilihan sini dilaksanakan sekarang, siapa nama calon yang akan dipilih? Jawabannya, Andre Rosiade mencapai 15,1 persen. Angka yang sangat tinggi yang pastinya mendongkrak suara Gerindra. Karena di bawahnya ada kader PAN Athari Gauthi Ardi Cuma 5,3 persen,” kata Djayadi.
Dari catatan LSI, tiga partai mengalami kenaikan suara dibanding Pemilu 2019 lalu, yaitu Gerindra, Golkar dan Nasdem. Di antara ketiganya, kenaikan Gerindra paling signifikan, hampir dua kali lipat dibanding Pemilu sebelumnya. “Salah satunya karena faktor Andre Rosiade yang begitu serius mengelola Dapil sebagai anggota Komisi VI DPR RI dan juga Ketua Gerindra Sumbar,” katanya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade berterima kasih atas kesetiaan masyarakat Sumbar kepada Partai Gerindra. Partai Gerindra tidak akan menjadi partai yang seperti kacang lupa akan kulitnya. Sejak didirikan 2008, Gerindra sangat konsisten membantu masyarakat. Menjadi penyambung lidah rakyat dan bergerak membangun Indonesia.
“Alhamdulillah, hampir semua survei menempatkan Gerindra di nomor satu. Kerja-kerja nyata kami kader-kader Gerindra di bawah asuhan pak Prabowo Subianto telah menunjukkan hasil yang baik. Pastinya, ini akan terus memicu kami untuk berbuat lebih banyak lagi. Kami juga berterima kasih atas dukungan masyarakat Sumbar kepada pak Prabowo,” kata anggota DPR RI itu.
Andre kembali menyatakan, LSI telah merilis hasil survei Pilpres di Sumbar. Hasilnya, masyarakat Sumbar masih memilih Prabowo Subianto sebagai Presiden, sama dengan 2014 dan 2019. Suara Prabowo-Gibran mencapai 49,8 persen, meninggalkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 42,1.
Sementara untuk Ganjar Pranowo dan Mahfud MD hanya di angka 4,3 persen saja. Dan yang tidak tahu atau tidak menjabat sekitar 3,8 persen. “Kami minta doa dan dukungan masyarakat Sumbar untuk terus meningkatkan hasil-hasil survei ini,” katanya. (*)






