SOLOK/SOLSEL

Program Pengentasan Stunting di Solok Selatan, Bupati: Kader Posyandu Punya Peran Penting

0
×

Program Pengentasan Stunting di Solok Selatan, Bupati: Kader Posyandu Punya Peran Penting

Sebarkan artikel ini

PADANg ARO, METRO–Percepatan penanganan dan penurunan stunting adalah program nasional. Program ini juga menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Salah satu sumber daya yang berperan dalam pengentasan stunting adalah para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Solok Selatan.

Bupati H Khairunas me­ngatakan untuk mempersiapkan Indonesia emas 2045, maka tugas para ka­der Posyandu seperti mencatat, menimbang, mela­porkan kondisi Balita ini sangat penting dalam upaya pengentasan stunting.  “Ke depan di setiap kegiatan pemerintah agar da­pat menghadirkan Posyandu ini,” kata Khairunas pada Kegiatan Penyerahan Sertifikat Pelatihan Tumbuh Kembang Balita Bagi Kader Posyandu Kabupaten Solok Selatan di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solsel, Selasa (23/1).

Khairunas juga berpesan agar para kader Posyandu dapat meningkatkan kinerja dan kedisiplinannya yang akan dievaluasi oleh OPD terkait. Menyinggung persoalan honorarium yang diterima ka­der Posyandu, dia memerintahkan pihak terkait untuk menaikan honorarium dan menganalisis keperluan tambahan pelatihan bagi kader ini.

Kesempatan yang sa­ma, Ketua DPRD Solok Selatan, Zigo Rolanda mengatakan Posyandu merupakan benteng pertama pembangunan sumber da­ya manusia.

“Untuk itu kita perlu dipersiapkan generasi ini kedepannya, tidak hanya dari sekolah, tapi juga yang terpenting pembangunannya dari mulai dari 1000 hari pertama kehidupan, yakni mulai dari kandungan,” kata Zigo.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Pendewal menyebut ada sebanyak 1.376 orang kader yang tersebar pada 294 Posyandu di Solok Selatan. Sebagian ka­der ini belum pernah men­dapatkan pelatihan dan baru 23 Posyandu yang memiliki alat yang sesuai standar.  Kondisi ini tentunya menyebabkan terjadinya gap hasil pengukuran sehingga nilai prevelensi stunting tidak memiliki hasil yang baik. Namun pada September 2023 lalu, Pemkab Solsel telah menerima sebanyak 271 alat antrofometri kit yang sesuai standar dari Kementerian Ke­sehatan RI.

“Harapan kita dengan alat ukur dan kader yang terlatih akan dapat menghasilkan hasil prevalensi stunting dengan data yang akurat, sehingga kita dapat membuat strategi terukur untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Solok Selatan,” pungkas Pende.

Dalam kegiatan ini diserahkan Sertifikat Pelatihan Tumbuh Kembang Balita kepada 369 orang kader Posyandu.  Kegiatan turut Wakil Bupati H Yulian Efi, Ketua TP PKK, Ny. Erniati Khairunas, Ketua GOW Ny. Bet Yulian, Sekdakab, Ketua DWP, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan lainnya. (ped/rel)