Borussia Dortmund kalah telak dari Tottenham Hotspur di leg pertama 16 besar Liga Champions. Gol Son Heung-min di awal babak kedua membuyarkan fokus Dortmund.
Dortmund tandang ke markas Tottenham di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Bertanding di Stadion Wembley, Kamis (14/2) dini hari WIB, wakil Bundesliga itu kalah dengan skor 0-3. Dortmund tampil oke pada babak pertama. Sepanjang 45 menit pertama Christian Pulisic dkk tercatat melepaskan lima attempts yang membuat Hugo Lloris juga melakukan lima penyelamatan.
Usai babak pertama yang ketat, Tottenham yang lebih dulu bikin gol di paruh kedua. Dua menit usai babak kedua dimulai, Son menjebol gawang Dortmund usai menuntaskan umpan silang Jan Vertonghen.
Dortmund gagal bereaksi. Pada 10 menit terakhir, Tottenham menambah dua gol lagi lewat sepakan Vertonghen dan sundulan Fernando Llorente.
Pelatih Dortmund Lucien Favre menyayangkan gol cepat Tottenham di awal babak kedua. Menurutnya, gol Son seperti ‘hadiah’ dari Dortmund yang membuat timnya hilang fokus.
”Kami bermain baik di babak pertama, dapat beberapa peluang. Kami bertahan dan menyerang dengan baik,” ujar Favre.
”Di awal babak kedua, kami memberikan (gol) secara cuma-cuma. Itu adalah hadiah. Setelah itu kami mencoba bermain sedikit terlalu tergesa-gesa dan sangat sulit bagi kami. Setelah gol kedua, lebih sulit untuk menahan bola dan menciptakan peluang,” ucapnya. Dortmund akan gantian menjamu Tottenham di Signal Iduna Park di pertandingan leg kedua pada 5 Maret.
Kedua tim juga sama-sama mencatatkan lima peluang on target. Tottenham butuh 15 percobaan untuk mendapatkan catatan tersebut, sementara Dortmund hanya butuh enam tembakan. Meski demikian, Tottenham-lah yang berhasil mendapatkan gol-gol.
Manajer Mauricio Pochettino memuji reaksi para pemainnya setelah babak pertama yang sulit. Seluruh sepakan on target Tottenham dicatatkan di babak kedua. Bahkan dari 15 percobaan yang dilepaskan anak-anak London barat, 11 di antaranya dilakukan pada rentang waktu ini.
Terkait babak pertama yang sulit, Pochettino menilai hal tersebut terjadi karena persoalan mentalitas. ”Itu adalah babak kedua yang fantastis. Babak pertama berjalan sulit, sejak awal pertandingannya sulit. Sulit untuk menemukan posisi terbaik untuk kedua tim,” ungkapnya.
Di sisi lain, Son Heung-min terus memperlihatkan ketajamannya. Dia memastikan Tottenham Hotspur tak merasa kehilangan Harry Kane.
Spurs tanpa Kane sejak pertengahan Januari lalu. Kane mengalami cedera ligamen pergelangan kaki ketika Tottenham kalah 0-1 dari Manchester United di Liga Inggris.
Sempat ada kekhawatiran dengan kondisi Tottenham tanpa Kane, mengingat kontribusinya yang amat besar. Sampai saat cedera, Kane sudah bikin 20 gol dan enam assist dari 31 penampilan di semua ajang. Apalagi setelah itu, andalan lain di tim yakni Dele Alli.
Namun rupanya Son berhasil menjadi jawaban untuk masalah tersebut, setidaknya sejauh ini. Dia mampu menggantikan peran Kane.
Satu gol kembali disumbangkan Son, saat membantu Tottenham menang 3-0 atas Borussia Dortmund di Wembley, Kamis (14/2) dinihari WIB. Ini adalah gol keempatnya secara beruntun dalam empat penampilan terakhir.
Sebiji gol itu mengantarnya mengukir sebuah catatan, sebagaimana dilansir Opta. Dia kini sudah terlibat langsung dalam terciptanya 16 gol Tottenham di semua kompetisi dalam 12 penampilan terakhir.
Dia bikin 11 gol dan lima assist dalam periode ini. Saat ini pemain 26 tahun itu telah membuat 16 gol di semua kompetisi, hanya tertinggal tiga gol dari Kane yang merupakan top skorer sementara Tottenham.
Selain itu, Son juga memastikan Dortmund adalah lawan favoritnya dengan torehan satu gol malam tadi. Itu adalah gol kedelapan dari 10 penampilan melawan Dortmund, terbanyak di antara golnya ke gawang klub-klub lain. (*/ren)





