PDG.PARIAMAN, METRO–Bank Indonesia (BI) Sumbar menggelar panen raya klaster padi hasil Sekolah Lapanbgan Iklim (SLI) di lahan Kelompok Tani Rawang Lokan, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (16/1).
Diketahui, SLI yang bertujuan meningkatkan produksi petani sudah diselenggarakan kurang lebih tiga bulan ini merupakan program bantuan BI Sumbar untuk meningkatkan hasil produksi padi dengan bekerja sama dengan BMKG dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padangpariaman.
Kepala Perwakilan BI Sumbar Endang Kurnia Saputra mengatakan, hasil panen padi oleh kelompol tani yang sudah mengikuti SLI mengalami peningkatan hingga 60 persen dibanding cara tanam biasanya.
“Kegiatan ini merupakan upaya BI meningkatkan produktivitas pertanian di Sumbar. Alhamdulillah, di Nagari Pungguang Kasiak, berhasil meningkatkan produktivitas dari sebelumnya 3,6 ton per hektare, sekarang jadi 6,1 ton per hektare,” kata Endang yang akrab disapa Adang.
Adang berharap, keberhasilan kelompok tani Rawang Lokan ini diharapkan bisa dicontoh oleh para petani di Kabupaten Padangpariaman dan Sumbar sehingga ke depan produktivitas pertanian bisa terus meningkat.
“Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari BMKG, memberikan masukan dan pencerahan kepada kelompok tani. Sehingga, proses pertaniannya sesuai dengan iklim yang ada dan buktinya berhasil,” ujarnya.
Ditambahkan Adang, di Sumbar saat ini sudah ada 298 titik yang sudah berjalan. Ke depan, pihaknya akan terus menambah titik-titiknya di delapan kabupaten dan akan terus diperluas hingga di 19 kabupaten kota di Sumbar.
“Pengembangan klaster padi dengan melibatkan BMKG sangatlah efektif. Makanya, kami akan terus mengembangkan program ini dan kami siap membantu para petani agar produktivitas petani terus meningkat,” tegasnya.
Sementara. Koordinaor Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Sumbar, Rudi mengatakan, salah satu yang mempengaruhi pertanian adalah iklim. Dengan dilaksankaannya SLI bisa diterapkan sehingga sektor pertanian semakin maju dan berkembang serta hasilnya optimal.
“Melalui kolaborasi ini, kami bisa mengedukasi masyarakat terkait pentingnya iklim dalam sektor pertanian. Semakin meningkatnya pemahaman masyarakat tentang iklim, perkonomian petani meningkat dan kesejahteraan petami terwujud,” kata Rudi.
Untuk itu, diregaskan Rudi, pihaknya siap mendukung kegiatan yang berkaitan diseminasi atau literasi iklim ke masyarakat dalam kegiatan pertanian. Selain itu, pihaknya megharapkan kegiatan ini akan terus berlanjut demi meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami akan terus mengedukasi masyarakat, karena iklim itu sangat bervariasi. Untuk SLI, diselenggarakan satu kali musim tanam. Kami mengedukasi pertani agar menerapkan budidaya padi dengan varietas yang disesuaikan dengan cuaca,” kata dia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Padangpariaman, Yurisman Yakub mengatakan, jumlah petani yang mengikuti SLI berjumlah 35 orang. Mereka diberikan materi-materi sekaligus dipraktekkan pada lahan yang sudah disediakan.
“Di sini kita menggunakan varietas padi batang piaman. Karena memang antara lokasi satu dengan lokasi lainnya tidak bisa menggunakan varietas yang sama. Harus disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah dan iklim,” kata Yurisman.
Ditambahkan Yurisman, produksi beras di Kabupaten Padangpariaman mencapai 170 ribu ton per tahun, sedangkan konsumsi lokal hanya 97 ribu ton. Sehingga, Padangpariaman surplus beras yang diedarkan ke luar daerah.
“Beras di Padangpariaman sangat mencukupi. Namun dengan program BI bersama BMKG ini, tentunya produksi beras di sini akan terus mengalami peningkatan dan semakin surplus lagi,” tutupnya. (rgr)





