METRO PESISIR

Bacaleg DPR RI Yuhastihar Dukung Pelestarian Budaya Badabus 

0
×

Bacaleg DPR RI Yuhastihar Dukung Pelestarian Budaya Badabus 

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Bacaleg Yuhastihar saat memberikan sambutan sebelum acara debus.

PDG. PARIAMAN, METRO–Laksamana Muda TNI Purn H Yuhastihar sangat mendu­kung penampilan budaya budaya tradisional Minangkabau di Padangpariaman, salah sa­tunya seperti budaya badabus. Semua itu penting ditampilkan agar budaya tradisional ini tidak di telan zaman.

“Kita sangat mendukung penampilan budaya badabus pada malam ini di Korong Pasa Limau, Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung kali ini,” kata Yuhastihar yang juga salah seorang Bakal Calon Le­gislatif ( Bacaleg ) Pusat untuk DPR RI dari PDI Perjuangan, kemarin, usai acara badabus.

Apalagi katanya, dalam penampilan malam ini dihadiri oleh ratusan masyarakat datang ke lokasi penampilan ba­dabus di Laga Laga Nagari Paritmalintang ini. “Saya sangat mendukung kegiatan ini agar terus dilestarikan terus menerus agar semua generasi bangsa khusus Padangpariaman tidak lupa dengan tradisi ini,” ungkapnya.

Sepengatahuan dirinya lanjut Yuhastihar yang pensiunan Angkatan Laut Bintang Dua itu, badabus ini adalah salah satu unsur tradisional yang juga tersebar di beberapa daerah di Indonesia pada masa periode Islam seperti di Sumatra Barat, Aceh, Banten dan Maluku sebagai salah satu seni pertunjukan yang berkaitan dengan ri­tus kekuatan dan kekebalan tubuh (Ilmu kebatinan) adalah badabus.

Baca Juga  Hotel Dikontrak untuk Isolasi Tim Medis

“Bahkan saya lihat ini a­dalah warisan budaya ini tersebar hampir keseluruh wilayah juga dapat kita jumpai  seperti di Sumatra Barat dan  masih banyak lagi yang tersebar di negeri-negeri lain yang belum sempat di inventarisir. Karena itulah perlu dilestarikan terus menerus agar tidak hilang ditelan zaman. Apalagi saya sa­ngat bacaleg menampilkan badabus, padahal biasanya bacaleg bacaleg lain saya lihat selama ini  meriahkan acara dengan memakai orgen tunggal,” ungkapnya.

Kemudian katanya, Yuhastihar mengaku baru kali ini melihat dan saksikan bedabus ini di Nagari Paritmalintang ini cukup sederhana dan tidak memiliki instrument yang banyak untuk pelaksanaan ritual, tapi dapat memukai masyarakat dengan hiburannya. Ditambah lagi instrumen yang digunakan terlihat sederhana, tetapi dibawah lantunan rabana dan bacaan zikir seakan ritual ini terlihat sebagai pertunjukan megah.

Baca Juga  Perkim LH Diskusikan Program Kota Tanpa Kumuh

Aksi-aksi ini jelasnya, para peserta yang penuh tenaga sesungguhnyalah yang menyulap kondisi kesederhanaan menjadi sesuatu yang mega dalam pertunjukan. “Kita sangat takjub dari setiap orang yang menonton telah menjadikan pertunjukan ini dibawah instrumen yang cukup sederhana menjadi pertunjukan akbar. Pertunjukan yang dilakukan seakan tanpa rasa lelah dan enak di tonton. Dalam aksi-aksinya sering ada beberapa pemain badabus yang sedikit mengeluarkan darah tetapi ini sangat menghibus para penonton,” tandas­nya mengakhiri.(efa)