METRO SUMBAR

Pemekaran Wilayah Kejorongan di Ujung Gading, Hamsuardi: Tingkatkan Pelayanan dan Tidak Mengubah Adat Istiadat

0
×

Pemekaran Wilayah Kejorongan di Ujung Gading, Hamsuardi: Tingkatkan Pelayanan dan Tidak Mengubah Adat Istiadat

Sebarkan artikel ini
RESMIKAN—Bupati Hamsuardi melakukan penandatangan prasasti saat peresmian pembentukan wilayah kejorongan di Nagari Ujung Gading dan Nagari Tampus Damai Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.

PASBAR, METRO–Pemekaran hanyalah pemerintahan dan administrasi. Tidak ada pemekaran adat, tidak membuat KAN baru, tidak merubah tatanan sosial dan sebagainya. Jangan sampai kesepakatan ini dibatalkan oleh generasi muda, pemekaran ini hanya memisah administrasi pemerintahan bukan kebiasaan baik yang telah tercipta dari generasi terdahulu.

Dengan pemekaran ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat Ujung Ga­ding juga harus lebih baik.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Hamsuardi di­dam­pingi stakeholder terkait saat menghadiri peres­mian pembentukan wilayah kejorongan di Nagari Ujung Gading dan Nagari Tampus Damai Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Jumat (12/1).  Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahan kode register kepada wali nagari dan ke­tua Bamus serta penandatangan prasasti oleh Bupati Hamsuardi.

Dalam sambutannya, Bupati Hamsuardi menyebutkan Nagari Ujung Ga­ding yang awalnya dari 3 kejorongan menjadi 6 kejorongan dan Nagari Tampus Damai dari 2 kejoro­ngan menjadi 4 kejorongan. Sesuai visi misinya saat menjadi calon pemimpin Pasbar, Bupati Hamsuardi menegaskan pemekaran Nagari merupakan salah satu impiannya dan akhir­nya dapat terwujud. Begitu pula dengan pemekaran jorong yang penting perannya di tengah-tengah ma­sya­rakat.

Baca Juga  Lokakarya Tahun Ajaran Baru 2021/2022 Digelar di Kabupaten Tanah Datar

Di akhir sambutannya, ia juga memaparkan program unggulan Pemda Pasbar diantaranya berobat gratis, magrib mengaji dan tahfidz Alquran.

“Peran kepala jorong sangatlah penting dalam mengurusi semua persoal­an yang terjadi di dalam masyarakat. Terutama di Ujung Gading yang wilayahnya sangat luas, tidak mung­kin hanya satu jorong yang melayani banyak ma­syarakat ini. Jika sudah ada 250 KK maka sudah dapat berdiri 1 kejorongan,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nagari Ujung Gading Antonius menjelaskan cikal bakal lahirnya sebuah nagari. Pada hari itu lanjutnya, nagari dimekarkan menjadi beberapa jorong dengan tujuan agar pelayanan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Pasbar khu­susnya Nagari Ujung Gading.

Selain itu, tokoh ma­sya­rakat Tampus Damai Irsan mengucapkan terima kasih kepada Pemda Pasbar melalui Bupati Hamsuardi yang telah mewujudkan keinginan masyarakat untuk memekarkan jorong di Nagari Tampus Damai. Hal tersebut tidak lain dengan tujuan untuk me­ningkatkan partisipasi masya­rakat dalam pengembangan Nagari Tampus Damai menjadi lebih maju.

Baca Juga  Peringati Hari Jadi ke-22 Pasbar, Pemkab Pasaman Barat Silaturahmi Bersama Anak Yatim

“Dimulai dari taratak ber­kembang berubah menjadi dusun atau kampung kecil yang disebut jorong. Dusun maju terus berubah menjadi koto atau kampung besar se­telah itu baru menjadi nagari. Nagari kita yang dulunya ha­nya 19 saat ini sudah menjadi 90 nagari. Hal tersebut tentu diikuti oleh pemekaran jorong yang kita ikuti bersama pada hari ini,” jelasnya.

Pemekaran Wilayah Kejorongan Nagari Ujung Ga­ding, Kecamatan Lembah Melintang dibagi menjadi enam kejorongan diantara­nya Kejorongan Pasar Lama, Kejorongan Irian, Kejorongan Lombok, Kejoro­ngan Lombok Irian, Kejoro­ngan Lombok Selatan, dan Kejorongan Pasar Lama Satu. Sementara Pemekaran Wilayah Kejorongan di Nagari Tampus Damai Ujung Gading yakni Kejorongan Tampus, Kejorongan Tampus Sepakat, Kejorongan Tanjung Damai, dan Kejorongan Hutanagodang Tan­jung Damai.

Setelah kegiatan itu, Bupati Hamsuardi bersama stakeholder terkait me­nyem­patkan diri untuk meninjau jalan lintas Ujung Ga­ding-Situak yang terputus total akibat tergerus air Su­ngai Batang Bayang. (end)