RASUNASAID, METRO–Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman, saat bertemu menjalin silaturahmi dengan awak media di Pandopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, di Jalan Rasuna Said, menyampaikan bahwa dirinya tidak anti kritik. Dia juga mengucapkan apresiasi kepada kawan-kawan wartawan yang telah membantunya dalan menyampaikan berbagai informasi dan program kerja Pemerintah Kota yang bersifat membangun. “Kami tidak anti kritik, silakan kritik, kita butuh itu,” sebutnya di hadapan puluhan awak media, Jumat (12/1).
Meski baru tiga bulan bertugas menjadi pejabat Wali Kota Payakumbuh Jasman , sudah banyak peningkatan prestasi yang diraih. Namun, dirinya menyebutkan tahun 2024 cukup berat.
“Untuk tahun 2024 perjalanan kita berat. 14 Februari akan dilakukan pemilu. Saya juga sudah sering sampaikan jika ada ASN yang melakukan pelanggaran netralitas sampaikan kepada kami. Tugas kami menciptakan kenyamanan,” ucapnya.
Dirinya juga menyebut sudah mengurus surat pindah memilih ke-Kota Payakumbuh agar disaat pelaksanaan pemilu 14 Februari 2024 ini dirinya dapat maksimal menjalan tugas mengawal dan memastikan proses pemilu berjalan aman, lancar dan sukses di Kota Payakumbuh.
Kami sudah meninjau kotak suara di KPU, dan melakukan rapat dengan forkopimda. Saya pindah memilih ke sini. tidak lagi di Padang. Karena saat pemilu tidak mungkin saya di Padang, sehingga saya bisa memantau kondisi pemilu,” jelasnya.
Pada lesempatan itu Jasman juga membahas soal darurat sampah di Kota Payakumbuh. Sejak terjadi longsor 20 Desember 2023 lalu di TPA regional, sampah Payakumbuh yang dihasilkan setiap hari mencapai 80-90 ton sempat menumpuk dititik titik pengumpulan sapah.
“Yang tabaok ka Padang 40-50 ton sehari. Sedangkan sampah kita 80-90 ton sehari. Dan kontrak kita dengan kota padang hanya 60 hari. Dan sudah berjalan 10 hari. Tentu perlu lahan dalam waktu 50 hari lagi. Dan kita provinsi untuk meminjam TPA, karena masih ada sedikit tempat dan hanya kita saja,” sebutnya
Dia juga menyebut, setelah pembentukan satgas sampah, personil Pol PP berjaga dan bertugas mengawasi terkait pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat, dan ternyata banyak sapah inpor yang dibuang kekota Payakumbuh.
“Dan ternyata banyak sampah inpor, ternyata tidak hanya sampah Payakumbuh, seperti di Tanjuang Anau, dekat PDAM dan Latina. Dan ternyata satgas kita melihat ada sampah inpor. Dan rencana kami akan mambuek SKB terkait sampah ini,” terangnya. (uus)






