SOLOK, METRO–Sempat dilaporkan hilang lantaran tak kunjung pulang, seorang pria paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani ditemukan meninggal dunia di areal perladangan di Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Jumat (12/1) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sontak saja, penemuan mayat itu membuat warga setempat heboh hingga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Saat pertama kali ditemukan, jasad korban bernama Marlinda (45) alias Pak Anda tergeletak di tanah tak jauh dari ladang tempat korban mengambil daun kunyit.
Polisi dari Polsek Kubung bersama petugas BPBD Kabupaten Solok yang menemukan korban pada pencarian pada hari kedua itu, selanjutnya mengevakuasi korban ke permukiman menggunakan tandu. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke RSUD M Natsir untuk dilakukan pemeriksaan.
Wali Nagari Salayo, Ronal Regen membenarkan jika satu warganya ditemukan meninggal di ladang. Menurutnya, korban yang merupakan warga Sawah Kandang, Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya karena tidak kunjung pulang ke rumah sejak Kamis (11/1).
“Tim gabungan yang terdiri BPBD Kabupaten Solok, Babinsa, Babinkamtibmas, Damkar, RAPI, Pemuda dan masyarakat Nagari Salayo sudah melakukan pencarian sejak Kamis malam. Tetapi, pada malam itu tim gabungan tidak berhasil menemukan korban,” kata Ronal Regen, Jumat (12/1).
Setelah pencarian hari pertama tidak membuahkan hasil, ungkap Ronal Regen, tim gabungan melanjutkan pencarian pada Jumat pagi. Alhasil, menjelang sore akhirnya korban berhasil ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan di kawasan perladangan milik masyarakat di Kampuang Tangah Katapiang, Jorong Batu Palano.
“Awalnya korban dikabarkan hilang oleh oleh pihak keluarganya. Sebelumnya korban pamit kepada keluarganya untuk pergi ke ladang mengambil daun kunyit. Namun semenjak kepergian korban, pihak keluarga tidak lagi melihat dan mendengar kabar dari korban. Bahkan hingga sore korban tidak kunjung pulang kerumah sehingga membuat keluarga panik,” ungkap Ronal Regen.
Bahkan, kata Ronal Regen, keluarga sempat menanyakan kepada warga sekitar kalau ada melihat dan bertemu korban. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung ditemukan. Menjelang malam keluarga di bantu warga dan petugas terus berupaya mencari korban. Namun keberadaan korban juga tidak kunjung diketahui.
“Pada malam itu, warga sempat menemukan daun kunyit yang sudah diikat di ladang yang merupakan milik korban. Akan tetapi koran tidak ada di lokasi. Karena tidak juga ditemukan, aparat nagari meneruskan laporan orang hilang ke BPBD Kabupaten Solok dan Polisi. Setelah kembali melakukan pencarian akhirnya, korban ditemukan meninggal dunia, tak jauh dari ladang tempat dirinya mengambil daun kunyit,” ujar Ronal Regen.
Sementara, kapolsek kubung AKP Nafris mengatakan, terkait kasus penemuan mayat itu, pihaknya sudah melakukan olah TKP bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Solok. Demi kepentingan pemeriksaan, jenazah korban dibawa ke RSUD M Natsir untuk divisum sebelum diserahkan ke keluarga guna dimakamkan.
“Hasil pengecekan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka aniaya. Selain itu, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban lantaran ihklas menerima kematian korban,” tutupnya. (vko)






