METRO SUMBAR

Kebijakan Membangun Daerah dan Sinergisitas Pemerintah Pusat-Provinsi

0
×

Kebijakan Membangun Daerah dan Sinergisitas Pemerintah Pusat-Provinsi

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengatakan Padangpariaman berjaya adalahh visi dan misi  daerahnya dalam wujudkan cita-cita dan tujuan dari pembangunan yang tertuang dalam RPJMD.

“Kita dalam menitikberatkan terhadap pem­bangunan agribisnis, perdagangan dengan didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dalam mewujudkan Padangpariaman pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke 191 tahun 2024,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.

Katanya, kemerosotan perekonomian akibat pandemi Covid 19, berdampak terhadap semua aspek. Namun, Pemkab Padangpariaman terus bangkit, focus kepada capaian visi dan misi berdasarkan potensi daerah dengan bersinergi antara pemerintah (eksekutif dan legislative) dengan swasta dan seluruh stakeholder terkait.

“”Hal penting, telah kami lakukan berinovasi dalam pencapaian visi dan misi yang dilaksanakan seluruh OPD dan nagari. Pada tahun 2023, kita telah me­lahirkan 282 inovasi. Dan, menempatkan Padang­pariaman sebagai kabupaten terinovatif di Sumbar. Lagi, peringkat 7 Nasional Kabupaten terinovatif,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kebijakan membangun iklim investasi yang kondusif dan sinergisitas dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi menjadi strategi yang penting dalam percepatan pem­bangunan di Padangpariaman.

Sehingga tahun 2022 realisasi investasi menga­lami peningkatan yang signifikan, menjadi Rp.1.461.253.­846.697, pada tahun sebelumnya 2021 hanya Rp.997.633.820.050.

“Dari strategi dan kebijakan yang telah dilakukan di atas, telah mampu meningkatkan laju pertum­buhan ekonomi sebesar 6,87% (tertinggi di Sumbar) diban­dingkan, ketika tahun 2020, awal  menjabat sebagai Bupati Padangpariaman sebesar -10,46%,” ujar Suhatri Bur.

Selanjutnya, sambung dia, tingkat kemiskinan mengalami penurunan sebesar satu persen dari 7,22% pada tahun 2021 menjadi 6,25% pada tahun 2022. Artinya, sebanyak 7,97 ribu jiwa penduduk Padang­pariaman telah terlepas dari kemiskinan.

Ia menyatakan, juga tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2022 mengalami penurunan hampir dua persen, jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya 2021 yaitu sebesar 6,60%.

Sedangkan, Indeks Gini Ratio (IGR) pada tahun 2022, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 0,245. Angka ini, dibawah Provinsi Sumbar sebesar 0,3. Tentu, ketimpangan di daerah ini lebih rendah dibandingkan Provinsi Sumbar.

Sementara katanya,  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat selalu meningkat selama sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2020, IPM sebesar 70,61. Secara umum, besaran nilai IPM ini tergolong berstatus tinggi (70d”IPM<80). Tahun 2021 meningkat menjadi 70,76. Dan pada rentang Tahun 2022-2023 naik menjadi 71,63.

“Untuk kondisi peningkatan kualitas sarana prasarana jalan tahun 2023 sepanjang 81 km, ter­bangun dan terpeliharanya bendung serta saluran menuju sawah sepanjang 3,54 km . Juga ada 6 buah jembantan dengan total panjang panjang 124 meter bersumber dari DAU dan DAK” terang Bupati Suhatri Bur.(efa)