POLITIKA

Megawati: Aparat Adalah Abdi Negara, Harus Netral

0
×

Megawati: Aparat Adalah Abdi Negara, Harus Netral

Sebarkan artikel ini
pidato politik--Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berikan pidato politik di HUT ke-51 PDIP. (JAWAPOS.COM)

JAKARTA, METRO–Netralitas aparat dalam pemilu menjadi salah satu penekanan Megawati Soekarnoputri saat perayaan HUT Ke-51 PDIP kemarin (10/1). Ketua umum PDIP itu meminta aparat menjaga keamanan, bersikap netral, dan tidak mengintimidasi masyarakat selama pesta demokrasi berlangsung.

Menurut Megawati, pemilu bukan alat kelompok elite politik untuk melanggengkan ke­kuasaan. Dalam pemilu juga ada moral dan etika yang ha­rus dijunjung tinggi. Karena itu, semua pihak harus menghadirkan pemilu yang damai. ”Setelah pemilu, enggak ribut. Ya sudah, kalau memang betul rakyat itu memilih,” ucapnya di Se­­kolah Partai, Lenteng Agung,­ Jakarta Selatan.

Pre­siden ke-5 RI itu meng­in­gatkan, siapa pun pemimpin bangsa ke depan harus menyadari bahwa kekuasaan tidak ber­langsung selamanya. ”Ke­kuasaan itu tidak langgeng. Yang langgeng itu Yang di Atas. Kekuasaan itu akan berhenti, apa pun jabatannya,” ungkap Megawati.

Pemilu, lanjut dia, merupakan ajang pesta demokrasi dan alat bagi rakyat Indonesia untuk menyampaikan seluruh aspirasi politiknya. Namun, menurut Mega, akhir-akhir ini arah pemilu seperti sudah bergeser. Hal itu disebabkan adanya intimidasi kepada ma­sya­rakat.

Baca Juga  Ali Muhkni Disambut Hangat Warga Padang Sarai

Megawati menyinggung kasus pengeroyokan aparat TNI kepada pendukung Ganjar Pranowo di Boyolali.

Dia mengingatkan bahwa TNI dan Polri adalah abdi negara. Mereka dibayar negara dengan uang yang berasal dari rakyat melalui pajak. Megawati menegaskan bahwa dirinya bukan sentimen kepada aparat. Namun, hanya ingin mengingatkan bahwa aparat adalah abdi negara dan pelayan ra­k­yat. ”Ini supaya tahu, kalian itu abdi negara. Negara bukan perorangan. Udah begitu m­bok sadar, yang harus dilindungi itu sopo to? Rakyatlah,” ujarnya.

Megawati menegaskan bah­wa anggota TNI dan Polri adalah abdi negara yang teri­kat dengan sumpah jabatan sam­pai pensiun. Karena itu, ne­tralitas harus benar-benar dijaga.

Baca Juga  KPU RI: Desain Surat Suara Pilpres 2024 Sudah Disepakati Paslon

Capres Ganjar Pranowo mengatakan, rakyat tidak takut diintimidasi. Mereka melawan dalam diam, bergerak dalam senyap. ”Oke silakan Anda tekan, silakan Anda paksa, kami inggih-inggih saja. Tapi, keputusan kami akan ada di TPS,” tegas Ganjar yang juga hadir dalam perayaan HUT PDIP kemarin.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang hadir dalam perayaan HUT PDIP tersebut mengatakan, kehadiran partai politik di Indonesia merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Partai juga dianggap mewadahi kemajemukan yang ada dalam demokrasi. ”Partai politik memiliki peran sebagai kekuatan pemersatu bangsa di tengah kebinekaan,” tuturnya.

Ma’ruf menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan partai politik yang kuat. Pada kesempatan ini, dia menyampaikan harapannya agar partai politik di Indonesia dapat terus melanjutkan semangat demokrasi. Hal tersebut harus diawali dengan mencetak kader partai yang andal dan berin­tegri­tas.(jpc)