AGAM, METRO–Sejumlah masyarakat yang bermukim dalam zona bahaya atau radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Marapi dievakuasi oleh tim gabungan, Kamis (11/1). Evakuasi itu menyusul dinaikkannya status Gunung Marapi dari level waspada ke level siaga.
Di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, ada 77 warga yang diungsikan ke rumah sanak saudaranya yang berada di zona aman dari bahaya erupsi Gunung Marapi. Selain mengungsikan warga, tim gabungan juga mengevakuasi hewan ternak sapi milik warga ke tempat aman.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus membenarkan adanya evakuasi terhadap warganya itu. Menurusnya, evakuasi dilakukan terhadap warga yang berasal dari daerah Kalimpariak-Bareco Cumantiang, Jorong Batang Silasiah, Nagari Bukik Batabuah.
“Evakuasi tersebut dilaksanakan karena mereka berada di zona berbahaya. Hasil pendataan bersama BPBD, TNI, Polri, PMI, Pihak Kecamatan maupun Nagari, ada 77 warga kita bermukim di radius 4,5 kilometer dari kawah,” ungkap Firdaus, Kamis (11/1).
Lebih lanjut, Firdaus mengimbau agar warga yang berada dalam lingkaran 4,5 kilometer dari kawah Gunung Marapi mengungsi ke rumah keluarga yang berada di luar zona aman.
“Sesuai regulasi mereka harus diungsikan, namun karena belum ada kejelasan mengenai logistik dan hal lain, sementara mereka menginap ke rumah saudara yang di zona aman,” jelas Firdaus.
Firdaus menuturkan, dari 77 warga itu, terdiri dari 20 kepala keluarga dengan beberapa memiliki sapi ternak. Untuk itu, ia menekankan perhatian terhadap 24 rumah yang berada di lokasi evakuasi.
“Pihak terkait terus memonitor perkembangan Gunung Marapi dan berkoordinasi dalam penanganan evakuasi.Warga diminta untuk tetap tenang dan mematuhi petunjuk evakuasi yang telah disampaikan,” tegasnya.
Logistik Warga yang Diungsikan Ditanggung Pemda
Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rayen Obersyl mengatakan, evakuasi terhadap warga yang berada di zona bahaya merupakan suatu keharusan. Tindakan evakuasi lanjutan i merupakan upaya antisipasi demi keselamatan warga yang berada radius bencana.
“Warga ini dievakuasi ke rumah-rumah saudara mereka, bukan ke tempat yang kami siapkan. Proses evakuasi masih terus dilakukan terhadap warga. Hari ini (kemarin-red), kita mendapatkan informasi masih terdapat 13 rumah yang berada di sektor wilayah Agam, dan kita ungsikan ke rumah saudara-saudaranya,” kata Brigjen TNI Rayen Obersyl.
Brigjen TNI Rayen Obersyl menegaskan, seluruh kebutuhan logistik warga yang diungsikan tersebut akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, tim gabungan lebih dulu mengungsikan 24 kepala keluarga yang berada dalam radius 4,5 kilometer.
“Warga tidak perlu khawatir dengan kebutuhan logistik. Karena akan disediakan oleh Pemda. Jadi, saya meminta kepada masyarakat yang rumahnya masuk zona bahaya, segera mengungsikan diri ke zona yang aman,” tegasmya.
Dirikan 2 Posko
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam bersama TNI-Polri mendirikan dua posko siaga untuk penyelenggaraan komando dan koordinasi terkait status Gunung Marapi yang sudah Level III Siaga.
“Posko didirikan di dua tempat dengan risiko besar terdampak kondisi Gunung Marapi saat ini, yaitu di Batu Palano dan Bukit Batabuah. Selanjutnya akan didata jumlah pasti warga yang berada di radius tidak aman sesuai arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),” kata Asisten Pemkab Agam Rahman.
Menurutnya, pendirian posko disepakati bersama setelah rapat koordinasi yang digelar di Desa Batu Palano bersama Komandan Kodim 0304 Agam, Kapolresta Bukittinggi, perwakilan PVMBG, dan kepala desa yang berada di sekitar lereng Gunung Marapi.
“Seandainya hal yang tidak diinginkan terjadi, kami juga siapkan pengungsian dan tempat berkumpul serta sarana hingga tujuan penyelamatan bisa tercapai,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah (pemda) akan melihat perkembangan dan evaluasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku koordinator lapangan bekerja sama dengan TNI-Polri.
“Untuk kondisi tanggap darurat akan dikaji ulang. Jika perlu diberikan status itu akan dikoordinasikan setelah melakukan pendataan dan pengecekan ke lapangan,” kat anya.
Sementara itu Komandan Kodim 0304 Agam Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho mengatakan pihaknya telah menyiagakan prajurit khusus untuk penanganan dan siaga erupsi Marapi.
“Kami sudah siapkan pleton khusus siaga bencana Marapi. Jumlahnya 50 orang. Kami sudah petakan sesuai PVMBG dengan enam desa rawan bencana di sekitar Marapi. Pos lapangan atau pemantauan didirikan di sana,” katanya.
Menurutnya, Bhabinsa dan Bbhabinkamtibmas akan melakukan pemetaan untuk menentukan pemukiman mana yang masuk rekomendasi PVMBG.
“Sore akan dievaluasi jika memang ada pemukiman warga yang berada di radius 4,5 dari puncak, segera akan dievakuasi ke lokasi aman di titik yang telah ditentukan sekitar 10 kilometer,” katanya.
Sementara itu Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yessi Kurniati menambahkan pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh pihak yang terlibat dalam kesiapsiagaan kondisi Gunung Marapi.
“Terkait arahan dari PVMBG kami akan datakan warga terdampak, dikomunikasikan untuk bisa dievakuasi jika memang nanti setelah proses pemetaan ternyata di area 4,5 kilometer, termasuk kepada lansia dan warga yang susah bergerak cepat akan dibantu oleh petugas,” tutupnya. (pry)





