POLITIKA

TPN Sebut Ganjar Sangat Kuasai Debat Soal Pertahanan

0
×

TPN Sebut Ganjar Sangat Kuasai Debat Soal Pertahanan

Sebarkan artikel ini
SAPA PENDUKUNG— Capres-cawapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menyapa pendukungnya.

JAKARTA, METRO–Juru bicara Tim Peme­nangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Chico Ha­kim mengatakan bahwa capres nomor 3 Ganjar Pranowo sangat menguasai masalah-masalah yang dibahas dalam debat ketiga Pilpres 2024. Menurutnya, capres nomor 2 Prabowo Subianto yang tak siap mengadapi debat soal isu pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik.

“Pak Prabowo sama sekali tidak siap menghadapi debat, entah karena kesiapan atau memang sesungguhnya beliau tidak menguasai substansi sa­ma sekali, karena ketika debat beliau tidak menyampaikan substansi, beliau hanya menyampaikan cita-cita besar, semua ha­nya normatif,” kata Chico kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/1).

Chico menyebut dari debat kemarin, terlihat Ganjar tak hanya mempersiapkan diri untuk debat, tetapi telah mempersiapkan diri untuk menjadi Pre­siden RI selanjutnya. Me­nurutnya, Ganjar telah me­nyampaikan gagasan-gagasan terkait pertahanan hingga hubungan luar negeri.

“Beliau mempersiapkan diri selain menghadapi debat ini, beliu juga mempersiapkan diri serius untuk menjadi presiden republik Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyinggung soal aja­kan Prabowo untuk mem­­bahas masalah pertahanan di luar debat capres tersebut. Menurutnya, ajak itu aneh karena tak mau membuka apa yang ditanyakan Ganjar dalam debat tersebut.

“Saya rasa itu sesuatu yang aneh karena memang esensi sebuah debat adalah mendebatkan apa yang menjadi visi misi pertahanan di ruang publik, kalau dibilang rahasia, yang tidak rahasia pun tidak disampaikan oleh Prabowo, menurut saya Pak Prabowo tidak siap berdebat atau bahkan beliau tidak menguasai substansi kementerian yang dia pimpin,” tegasnya.

Sementara itu, capres Ganjar Pranowo menyatakan bahwa forum debat seharusnya memberikan edukasi kepada publik, untuk punya cara pandang dalam memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada Pilpres 2024. Namun, ia menyebut data yang dipaparkannya tak direspons serius oleh capres lain.

“Saya tidak berbicara puas atau tidak puas. Tapi debat ini adalah edukasi kepada publik agar publik punya preferensi untuk memilih,” ujar Ganjar usai mengikuti debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1) malam.

“Nah, ketika ada statement datanya tidak benar. Maka saya tunjukan bahwa saya kepingin dalam konteks debat, data saya di­bantah. Sayang saya tidak mendapatkan itu, maka ketika kita berbicara, sebaiknya kita sama-sama hati-hati,” sambungnya.

Menurut Ganjar dalam menyampaikan data sebaiknya dapat hati-hati. Ia menegaskan, harus benar ketika memaparkan data ke publik.

“Maka saya orang yang­ fair. Kalau tidak tahu, saya minta silakan dikoreksi. Tapi kalau saya data ini dan anda tidak mampu mengatakan, bahwa anda harus me­ngakui bahwa saya yang benar,” tegas Ganjar.

Ia menekankan, publik harus diberikan edukasi berbasis data. Sehingga bukan hanya akan me­ngerti yang salah dan benar.

“Kecuali anda punya cara yang lain yang sudah saya berikan kesempatan. Silakan kali ini boleh dibantu, sayang tidak ada yang membantu. Maka publik, masyarakat musti diberikan edukasi berbasis pada data. Sehingga mereka akan  mengerti, itu benar, ini salah, ini omdo, dan ini benar,” pungkas Ganjar. (jpg)