SOLOK/SOLSEL

Perampok Sadis Beraksi di Pasar Talang, Pedagang Emas Kena Tembak, Tas Berisi Uang dan Perhiasan Raib, Pelakunya Arahkan Pistol ke Warga lalu Melarikan Diri

1
×

Perampok Sadis Beraksi di Pasar Talang, Pedagang Emas Kena Tembak, Tas Berisi Uang dan Perhiasan Raib, Pelakunya Arahkan Pistol ke Warga lalu Melarikan Diri

Sebarkan artikel ini
DIRAMPOK— Korban pedagang emas bernama Alex Chandra menjalani perawatan di RSUD M Natsir Solok akibat ditembak oleh perampok. Sedangkan Polisi melakukan pengepungan untuk mengejar pelaku.

SOLOK, METRO–Komplotan perampok sadis yang membawa sen­jata api melancarkan aksi­nya di Pasar Talang, Na­gari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabu­pa­ten Solok, Rabu (10/1) se­kitar pukul 14.45 WIB. Pa­salnya, seorang peda­gang emas di pasar tradi­sional itu menjadi korban pe­rampokan.

Saking ganasnya, perampok yang diduga berjumlah dua orang itu tak segan-segan menembakkan senjata apinya kepada pedagang emas Alex Chan­dra (37), warga Kelurahan Tanjung Paku Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, itu, lantaran berusaha meminta pertolongan ke warga.

Akibatnya, korban Alex Chandra mengalami luka tembak pada bagian paha sebelah kanan hingga tembus ke paha sebelah kiri. Tembakan itu seketika mem­buat korban Alex Chandra terkapar tak berdaya. Sedangkan tas milik korban yang berisikan uang dan emas dagangannya langsung dirampas oleh kawanan perampok.

Warga di sekitar yang melihat adanya aksi perampokan sempat berusaha mengejar. Tapi, pelaku ma­lah mengarahkan senjata apinya kepada warga, se­hingga membuat warga ta­kut. Kompolotan perampok tersebut dengan mu­dah kabur dari kawasan itu meng­gunakan sepeda motor.

Usai komplotan itu pergi, warga langsung memberikan pertolongan kepada korban Alex Chandra dengan membawanya ke Puskesmas Talang. Namun, karena butuh penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RSUD M Natsir Solok.

Baca Juga  Penempatan Dokter Keluarga Direspon Positif

Kapolres Solok Arosuka, AKBP Muari membenarkan adanya kejadian perampokan di Pasar Talang. Menurutnya, korban merupakan pedagang emas yang memiliki toko di Pasar Talang, sedangkan aksi perampokan terjadi ketika korban hendak pulang.

“Perampokan terjadi pada pukul 14.45 WIB di saat pasar mulai sepi. Korban yang bermaksud hen­dak pulang, setelah menutup toko menuju kenda­raannya yang tempat par­kir, tiba-tiba dihadang dua orang tak dikenal,” ungkap AKBP Muari kepada wartawan.

Dijelasakan AKBP Mua­ri, pelaku yang membawa senjata api dan mengguna­kan sepeda motor Big warna silver hitam itu langsung melancarkan aksinya. Dari keterangan korban, pelaku menggunakan mas­ker, kaca mata hitam, helm warna hitam dan jaket warna hitam.

“Korban ketika itu memang sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku. Korban pun mencoba meng­hindar dan lari menjauh dari pelaku. Namun salah satu  pelaku mengejar korban. Korban mencoba berteriak maling dan meminta pertolongan warga sekitar. Akan tetapi pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung menembak korban,” jelas AKBP Muari.

Baca Juga  TP-PKK Lakukan Pembinaan Gizi 1.000 HPK

AKBP Muari menuturkan, peluru mengenai kaki korban bagian paha sebelah kanan dan tembus ke paha sebelah kiri. Setelah korban tertembak dan me­ngalami luka, tas korban yang berisikan uang dan emas senilai Rp 40 juta langsung diambil oleh pelaku.

“Melihat kejadian tersebut itu masyarakat yang berada di sekotar lokasi berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku mengancam warga dengan mengarahkan senjata apinya. Warga tidak berani kemudian kedua pelaku melarikan diri menggunakan se­peda motor,” ujarnya.

Terkait kasus ini, AKBP Muari menegaskan, pihaknya bergerak cepat dengan  mengepung lokasi dan setiap sudut jalan yang ada di Kabupaten Solok. Semua personel Polres dan Polsek dikerahkan untuk mempersemput ruang gerak pelarian dari kawanan perampok tersebut.

“Anggota masih mela­kukan penyelidikan dan mengejar pelaku. Untuk jenis senjata api juga masih didalami. Tim masih bekerja di TKP untuk mencari proyektilnya. Kalau korban masih dalam perawatan di RSUD M Natsir Solok. Didu­ga pelaku sudah mengincar korban sejak dari siang. Sehingga pelaku beraksi disaat pasar sudah sepi,” tutupnya. (vko)