PADANG, METRO–Panglima Komando Armada I Laksamana Muda (Laksda) Achmad Wibisono, mengaku dari informasi badan pengungsi PBB (UNCHR) saat ini tercatat lebih dari 1.500 wwarga Rohingya telah mendarat di Indonesia sejak bulan November 2023 lalu. Namun warga Rohingya kini menghadapi penolakan dari warga, khususnya warga Aceh.
“Bahkan penolakan itu melebar ke Sumatera karena tindaktanduk mereka membuat warga Aceh berang.
Untuk menyikapinya, KomandoArmada (Koarmada) I yang bermarkas di Tanjung Pinang siap kerahkan kapal patroli, jika perlu kita lakukan pengusiran dengan kapal perang,” ungkap Pangkoarmada I Laksamana Muda (Laksda) Achmad Wibisono usai sertijab Dalantamal II Padang dari pejabat lama Laksamana Pertana TNI Benny Febri kepada pejabat baru Laksamana Pertama TNI Syufenri, S.Sos, M.Si kepada POSMETRO di Mako Lantamal II Bukik Peti Peti, Senin (8/1).
Disebutkan Achmad Wibisono, biasanya pengungsi Rohingya naik kapal kayu menuju Indonesia melewati Perairan Timur Pulau Weh, Sabang.
Kapal kayu yang mengangkut pengungsi Rohingya itu terindikasi praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Rohingya. Untuk itu saat ini kita lebih intens lagi melakukan patroli keklawasan rawan masuknya para pengungsi Rohingya itu.
Menurut Laksda Achmad Wibisono, pemerintah Indonesia bertekad memburu para pelaku TPPO khususnya pada permasalahan yang terjadi di Aceh.
Upaya tersebut telah menjadi kewajiban Indonesia sesuai Konvensi PBB dalam menentang tindak pidana transnasional.
“Hingga saat ini, TNI AL secara terus menerus menggelar operasi sepanjang tahun, tentunya termasuk dalam mengamankan wilayah laut yurisdiksi nasional dari berbagai tindak illegal hingga ancaman kedaulatan,” tegas Achmad Wibisono.
Dijelaskan bahwa pada Rabu 27/12 Tahun 2023) lalu, sekelompok mahasiswa mendatangi sebuah pusat konvensi yang menampung ratusan warga Rohingya di ibu kota Aceh, menyerukan deportasi mereka.
“Indonesia telah mendesak pihak berwenang Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Rohingya dan menyatakan akan menindak tegas tersangka penyelundup manusia yang terlibat dalam gelombang kedatangan pengungsi terbaru itu,” tutur Achmad Wibisono.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali telah menegaskan bahwa seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima, melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. (ped)






