IBUAH, METRO–Ratusan Pemilih Potensial di Kota Payakumbuh belum melakukan perekaman e-KTP meski berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Pihak sekolah, khususnya SMK dinilai lamban dalam mendukung upaya agar pemilih Potensial memiliki e-KTP yang digunakan saat memberikan hak pilih/suara pada Pemilu serentak tahun 2024 nanti.
Selain lamban respon dari pihak sekolah, sejumlah kendala lainnya juga dikeluhkan petugas saat melakukan perekaman ke sekolah, diantaranya siswa/siswa yang belum mau karena sejumlah alasan. Kedepannya Disdukcapil berharap dorongan yang lebih maksimal dari pihak sekolah, sehingga 978 pemilih Potensial itu segera melakukan perekaman e-KTP, baik di sekolah maupun di Kantor Disdukcapil.
“Respon dari pihak sekolah (SMK) di Payakumbuh lamban dalam mendukung upaya perekam e-KTP yang kita lakukan ke sekolah-sekolah. Kita harapkan kedepannya dukungan yang lebih maksimal dari pihak sekolah,” sebut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Payakumbuh, Wal Asri, Senin (8/1) kepada wartawan.
Ia juga menambahkan, dukungan kedepannya yang diharapkan dari pihak sekolah agar capaian perekaman e-KTP lebih maksimal adalah pihak sekolah mengawal/mendampingi atau memanggil siswa/siswi agar mau melakukan perekaman.
“Dengan pengawalan atau pendampingan ataupun dipanggil terhadap siswa/siswi yang akan melakukan perekaman, kita harapkan kedepannya capian perekaman kita lebih maksimal, terutama bagi pemilih potensial,” tambahnya.
Sebelumnya jumlah pemilih potensi yang belum melakukan perekaman e-KTP mencapai 5.150 orang. Dari jumlah itu dengan dukungan pihak sekolah SMA yang cukup maksimal dan Cabdin Wilayah IV jumlah itu tersisa 978 orang.
“Dari jumlah awal pemilih potensial 5.150 yang belum melakukan perekaman, kita terus dibantu pihak sekolah/SMA yang cukup aktif, termasuk dukungn Cabdin Wilayah IV, sehingga pada akhir tahun lalu (31 Desember) tersisa 978 pemilih potensial yang belum melakukan perekaman,” ujarnya. (uus)






