SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Jalan Alternatif Sawahlunto-Solok Longsor, Berbahaya, Belum Ada Upaya Pihak Terkait Mengatasi

0
×

Jalan Alternatif Sawahlunto-Solok Longsor, Berbahaya, Belum Ada Upaya Pihak Terkait Mengatasi

Sebarkan artikel ini
RAWAN LONGSOR— Ruas jalan alternatif Sawahlunto menuju Kabupaten Solok longsor sangat rawan bagi pengendara, butuh perhatian pihak terkait.

SAWAHLUNTO, METRORuas jalan alternatif Sawahlunto menuju Kabupaten Solok longsor. Diakibatkan curah hujan tiada henti di Kota Sawahlunto sejak tengah malam sampai sore, menyebabkan badan jalan di Dusun Koto Desa Talago Gunung Kecamatan Barangin amblas sepanjang lebih kurang 40 meter, Sabtu (6/1).

Parahnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada upaya pihak terkait menindaklanjuti untuk mengantisipasi kejadian yang lebih parah.

“Diperkirakan kejadian longsor ini pukul 17.00 WIB kurang dan tim BPBD Sa­wahlunto baru saja melihat ke sini,” kata Herizon seorang warga saat dimintai keterangan di lokasi itu.

Baca Juga  Ahli Waris Korban Kebakaran Terima Santunan Peserta JKM Rp42 Juta

Akibat peristiwa ini mengakibatkan satu tiang listrik ikut terbawa longsor serta tanah turun meluncur menimbun aliran sungai yang berada di bawahnya.

Menurutnya, jika cu­rah hujan terus terjadi, kemungkinan besar jalan alternatif penghubung Kota Sawahlunto menuju Kabupaten Solok itu tidak dilewati kendaraan roda empat bahkan roda dua.

“Sejauh ini belum ada upaya pihak terkait me­lakukan antisipasi guna mencegah dampak yang lebih parah. Sejumlah ban bekas dan kayu tampak sengaja diletakkan warga sebagai rambu-rambu sementara,” keluhnya.

Baca Juga  Islamic Center Dibangun jadi Pusat Wisata Religi

Kepala Dusun Koto, Jul Amril menyampaikan, selama musim hujan sejak Desember 2023 sampai Januari 2024 terdapat tiga titik badan jalan longsor di daerahnya “Ini adalah yang terparah,” aku Jul Amril.

Ia menghimbau para pengendara maupun pejalan kaki berhati-hati dan tetap waspada jika melintasi jalan tersebut.  “Namun yang terpenting pihak terkait segera berupaya menindaklanjutinya. Hingga kini pihak terkait tak ada respon melakukan antisipasi guna mencegah dampak yang lebih pa­rah,” pintanya.  (pin)