AIEPACAH, METRO–Hujan deras melanda Kota Padang sejak Jumat hingga Sabtu (6/1) dan berpotensi membuat beberapa daerah di Kota Padang terendam banjir. BMKG sudah merilis jika cuaca ekstrem dengan hujan deras disertai kilat atau petir akan terjadi hingga sepekan ke depan.
Menyikapi cuaca ekstrem ini, Wali Kota Padang, Hendri Septa memerintahkan jajaran terkait di Pemko Padang untuk siaga personel dan peralatan. Wako pun sudah mengeluarkan perintah siaga kepada seluruh jajaran Pemko Padang.
“Kami sudah perintahkan jajaran Pemko Siaga. BPBD, para camat dan lurah, siaga dan aktif memantau situasi di wilayah masing-masing. Bagi warga kota yang membutuhkan evakuasi atau pertolongan apapun, bisa langsung menghubungi Padang Command Centre (PCC) di 112, personel kami siap 24 jam,” kata wako, akhir pekan kemarin.
Senada dengan wako, Wawako Padang Ekos Albar menyatakan jajaran Pemko siap untuk mengambil setiap langkah yang diperlukan, menghadapi cuaca ekstrem Kota Padang di akhir pekan ini.
“Sesuai arahan Wali Kota, kami siaga dan kami monitoring kawasan yang berpotensi banjir, untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan. Semoga cuaca segera membaik,” imbuhnya.
Pohon Tumbang
Hujan dengan intensitas curah yang cukup tinggi di Kota Padang yang terjadi pada hari Jum’at hingga Sabtu (5-6/1), menyebabkan beberapa peristiwa, seperti pohon tumbang dan banjir.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, pohon tumbang yang pertama, terjadi di jalan belakang Taman Makam Pahlawan RT 04 / RW 02, Kelurahan Lolong belanti, Kecamatan Padang Utara.
“Pohon tumbang tersebut mengenai salah satu rumah warga, tim TRC BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kota Padang, Al Banna.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 19.30 wib, di saat hujan masih mengguyur. Pohon yang menimpa rumah Kahirunissah (44) itu berjenis batang baru dengan panjang lebih kurang 25 meter, dan berdiameter sekitar 85 centimeter.
Sementara kerugian yang disebabkan pohon yang menimpa rumah Kahirunissah tersebut di taksir mencapai Rp7 juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara untuk kerugian ditaksir Rp7 juta,” sambungnya.
Sementara, di Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, terjadi pohon tumbang ke jalan umum, sehingga sempat membuat pengguna jalan menjadi terganggu.
“Sementara, di lokasi lainnya yakni di depan Bulog, dekat Masjid Nailul Khairat, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, tim menerima laporan adanya pohon tumbang ke arah jalan,” katanya.
Dijelaskannya, jenis pohon tersebut adalah mahoni yang memiliki panjang sekitar 16 meter, dan berdiameter sekitar 65 centimeter.
Sementara, di lokasi lainnya air terpantau naik, lokasi tersebut berada di RT 03 RW 11, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan. Genangan air sudah mencapai setinggi lutut. Selain itu, air juga sudah mulai masuk ke rumah-rumah warga dan merendam perabotan milik warga. (brm)






