METRO PADANG

Padang Berpotensi Hujan Ekstrem, Angin Kencang, Petir, BPBD Imbau Warga Waspada

0
×

Padang Berpotensi Hujan Ekstrem, Angin Kencang, Petir, BPBD Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI POHON TUMBANG— Hujan lebat disertai angin kencang, menyebabkan pohon tumbang menimpa kabel jaringan listrik di kawasan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Jumat (5/1) sore. Petugas BPBD langsung melakukan evakuasi material pohon yang ikut menghambat akses jalan.

PADANG, METRO–Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau masyarakat untuk waspada bencana terutama saat potensi hujan ekstrem seminggu ke depan. Sesuai perkiraan Ba­dan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 1-6 Ja­nuari 2024 terjadi potensi cuaca ekstrem di Sumbar, termasuk Kota Padang.

Kabid Kepala Bidang Keda­ruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kota Padang Al Banna mengingatkan agar warga tetap di rumah, jika tidak ada kepen­tingan keluar rumah. “Kita mengmbau kepada warga, untuk saat ini tanggal 31 sampai 6 Januari, Kalau tidak urgent, agar di rumah saja,” ujar Al Banna, ke­marin.

Al Banna menambahkan saat cuaca ekstrem waspada potensi bencana angin kencang, disertai petir maupun banjir dan longsor. Ia juga mengingatkan agar buang sampah pada tempatnya dan perhatian drainase agar tidak terjadi sumbatan.

“Tidak buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya, perhatikan saluran air agar tidak ada sumbatan,” tambahnya.

Al Banna memastikan, BPBD Padang selalu siap 24 jam membantu warga yang membutuhkan. Untuk itu, ia meminta warga untuk melapor jika mengalami bencana. “Kesiapan kita di BPBD tetap siaga 24 jam, menjaga dan membantu masyarakat. Kalau ada bencana, langsung lapor,” kata Al Banna.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) me­ri­lis analisis potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai terjadi di bulan Ja­nuari 2024. Menurut BMKG, dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem me­micu terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut me­micu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa daerah, adanya potensi tersebut sesuai dengan rilis BMKG sebelumnya dimana potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia perlu diwaspadai selama periode akhir tahun 2023 hingga awal Januari 2024,” tulis BMKG da­lam keterangan resminya, Kamis (3/1).

Mencermati per­kem­bangan potensi cuaca saat ini hingga pertengahan Januari 2024, BMKG terus melakukan update monitoring kondisi cuaca untuk mengantisipasi peningkatan cuaca ekstrem.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, cuaca ekstrem itu berpotensi me­micu terjadinya bencana alam seperti banjir hingga tanah longsor. “Berdasarkan analisis terkini diidentifikasi hingga sepekan kedepan terdapat kondisi dinamika atmosfer yang memicu adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah,” kata Guswanto dalam siaran pers, Kamis (4/1).

Guswanto menyampaikan, setidaknya ada empat dinamika atmosfer yang mendukung prakiraan cuaca hingga seminggu ke depan. Pertama, Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan sebagai mu­sim angin baratan, mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi pening­katan massa udara ba­sah di sekitar wilayah Indonesia.

Hal ini membuat pertumbuhan awan hujan di periode Januari ini di­pre­diksikan cukup intens.

Kedua, aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini sudah mulai memasuki wilayah Indonesia. Secara tidak langsung, dapat memicu peningkatan potensi hujan sedang sampai lebat di beberapa wila­yah dalam sepekan ke de­pan.

Kondisi tersebut di­per­kuat dengan adanya aktifitas gelombang Rossby di wi­layah Indonesia bagian barat dan cukup bertahan hingga 5 hari ke depan.

“Sementara itu, faktor dinamika lain yang turut memperkuat potensi tersebut adalah terbentuknya pola pertemuan angin dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,” ujarnya. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem be­rupa hujan sedang hingga lebat, yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang hingga sepekan ke depan.

“Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing, atau rawan longsor dan banjir, tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” ulas Guswanto.

Hujan dengan intensitas hingga lebat berpotensi terjadi seminggu ke de­pan di sebagian wilayah, Aceh, Sumatera Utar, Su­ma­tera Barat, termasuk Kota Padang, dan daerah lain­nya di Indonesia. (brm)