AGAM, METRO–Kepala Dinas Pertanian Agam Afniwirman, sebut inseminasi buatan (IB) sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan) di wilayah setempat, mencapai 6.543 ekor sepanjang tahun 2023. Hal ini merupakan upaya menggenjot populasi komoditas sapi dan kerbau lokal.
“Capaian IB memang harus ditingkatkan. Karena kebutuhan kita di Kabupaten Agam terhadap komoditas itu dari tahun ke tahun selalu meningkat,” ungkap Afniwirman didampingi Kasi Pembibitan Ternak, Jafrika,
Dikatakan, dengan capaian ini menandakan masyarakat mulai paham dengan pelaksanaan IB. karena menurutnya, dengan program IB dapat mengatur pengembangbiakan dan mencegah kawin sedarah pada komoditas betina (Inbreeding).
“Kalau dibiarkan pengembakbiakan secara alami, capaian target untuk swasembada komoditas ini tidak akan terpenuhi. Selain itu, keuntungan IB juga dapat mengatur kelahiran ternak dan mencegah terjadinya Inbreeding,” terangnya.
Selain itu, pihaknya terus melakukan edukasi pada masyarakat agar ternak yang dikelola dapat dipantau secara berkala. Hal itu juga tidak terlepas dari pengawasan pihaknya, sehingga masyarakat khususnya peternak dapat merasakan dampak positif.
“Tentunya, kami juga akan melakukan pengawasan diantaranya, peningkatan produktivitas, pengendalian penyakit hewan, reproduksi, penjaminan keamanan serta proses distribusi dan pemasaran,” katanya.
Untuk proses distribusi dan pemasaran, pihaknya juga telah memberi edukasi pada masyarakat untuk mengutamakan ternak lokal. Menurutnya, dengan proses tersebut dapat membantu dan meningkatkan perekonomian di daerah setempat.
“Disamping peternak sejahtera, kebutuhan masyarakat kita juga terpenuhi. Dengan tidak terpenuhinya komoditas ternak di wilayah kita, perputaran uang akan sampai keluar daerah dan itu tidak dapat menunjang perekonomian masyarakat setempat,” terangnya.
Dilain itu, Kadistan Agam menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan untuk penyaluran IB di Kabupaten Agam tahun 2023 sekitar 6.140 ekor sapi dan kerbau dengan anggaran Rp 220. 425. 000. Hal itu melebihi target dengan realisasi sebanyak 6.543 ekor.
“Untuk sperma pejantan atau semen kami datangkan dari tiga balai inseminasi buatan (BIB) diantaranya, Tuah Sakato, Lembang dan Singosari. Dilain itu, pusat menargetkan kelahiran sebanyak 3.700 ekor dengan jumlah realisasi sekitar 2.742 ekor,” tukasnya. (pry)





