SUKARNOHATTA, METRO–Masalah sampah yang terlihat “menggunung” disepanjang jalan utama Kota Payakumbuh, jalan Sudirman sampai jalan Sukarno Hatta, menjadi perbincangan hangat di Kota Payakumbuh sejak beberapa hari terakhir ini, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hamdi Agus.
Mengapa tidak, sejak terjadinya longsor di TPA regional Sumbar Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, akhir Desember lalu, puluhan ton sampah masih menumpuk di titik-titik pembuang sampah.
“Kemaren kita telah rapat bersama Pj. Wali Kota Payakumbuh serta seluruh unsur Forkopimda ada beberapa solusi yang dihasilkan,” kata Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus di ruang kerjanya, Selasa (2/1).
Mengantisipasi permasalah itu, Hamdi menyebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama agar tidak terjadi penumpukan sampah di Payakumbuh. “Ya masing-masing kita itu harus selalu berupaya mengurangi penggunaan bahan-bahan dari plastik atau bahan lain yang susah diurai untuk kebutuhan setiap harinya,” ucapnya.
Selain itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh juga meminta masyarakat bisa memilah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah. “Kami juga terus mendorong masyarakat untuk memilah sampah ini, mana yang organik dan non organik. Sampah-sampah yang bisa di daur ulang/dimanfaatkan kembali harus segera dimamfaatkan misalnya sampah yang bisa dijadikan pupuk organik,” ucapnya.
Politisi PKS Kota Payakumbuh ini sangat yakin bila pemilahan sampah organik dan non organik ini dilakukan dari rumah tangga dan dilakukan daur ulang atau dijadikan kompos untuk sampah organik, maka pesoalan sampah di Kota Payakumbuh bisa teratasi. “Saya yakin, kalau itu bisa diterapkan di masyarakat kita, insyaallah masalah sampah ini bisa kita atasi,” pungkasnya.
MINGGU DEPAN RAPAT KERJA DENGAN LH
Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus ketika ditanya terkait pesoalan sampah apakah DPRD Kota Payakumbuh akan memanggil Pj. Wali Kota Payakumbuh Jasman. “Belum, kita hanya berencana minggu depan melakukan rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Payakumbuh,” sebut Hamdi Agus, kepada wartawan.
Hamdi Agus juga menyebut, sudah saatnya Kota Payakumbuh memiliki Tempat Pengbuangan Akhir (TPA) sampah sendiri. “Sudah harusnya Payakumbuh punya TPA sendiri. Dan memang sejak terjadi longsor akhir Desember 2023 kemarin, ada wacana kerjasama dengan Pemda Lima Puluh Kota untuk mencari lahan bersama untuk TPA Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dan wacana itu akan ditindaklajuti dengan pembicaraan lanjutan,” ungkap Hamdi Agus.
Untuk diketahui produksi sampah Kota Payakumbuh dalam sehari bisa mencapai 80-85 ton. Jumlah itu berasal dari sampah rumah tangga maupun sampah pasar Kota Payakumbuh. Dan sejak TPA Regional Sumbar di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, mengalami longsor akhir Desember lalu, sehingga tonan sampah Kota Payakumbuh kini menumpuk di titik-titik pembuangan samah dipinggir jalan. (uus)






