METRO PADANG

231 Pekerja asal Sumbar Berada di Jepang saat Gempa dan Tsunami, Gubernur Tunggu Informasi Kondisi Warga Sumbar dari KBRI

0
×

231 Pekerja asal Sumbar Berada di Jepang saat Gempa dan Tsunami, Gubernur Tunggu Informasi Kondisi Warga Sumbar dari KBRI

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN PERS— Gubernur Sumbar Mahyeldi memberikan keterangan pers kepada awak media, terkait kondisi warga Sumbar yang berada di Jepang, pascagempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang, Selasa (2/1).

SUDIRMAN, METRO–Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta warga Sumbar yang berada di wilayah terpapar gempa bumi dan tsunami di Jepang, harap mela­porkan keadaannya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Tokyo, Jepang dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang berada di Osa­ka, Jepang.

Hal ini diungkapkan Mahyeldi saat bertemu sejumlah awak media di Istana Gubernur Sumbar. “Kami Pemprov Sumbar turut prihatin atas gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Jepang. Kami mengimbau warga Indonesia khususnya warga Sumbar untuk melaporkan keadaannya ke KBRI dan KJRI setempat,” ucapnya, Selasa (2/1).

Mahyeldi pada saat ini mengakui menunggu informasi detailnya tentang keadaan warga Sumbar yang berada di Jepang. “Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut tentang keadaan warga Sumbar di Jepang melalui KBRI Jepang,” lanjutnya.

231 PMI Bekerja di Jepang

Sementara itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) wi­la­ya­h Sumatera Barat men­­catat sebanyak 231 war­ga Sumbar yang bekerja di Jepang, namun tidak ada yang bekerja di daerah yang terdampak tsunami di Jepang. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala balai BP2MI Bayu Aryadhi.

“Dari catatan kami, sebanyak 231 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Jepang, tidak ada yang bekerja di daerah-daerah yang terdampak tsunami di Jepang,” ujarnya.

Tetapi, Bayu Aryadhi menjelaskan hingga saat ini pihaknya menunggu informasi lebih lanjut tentang PMI dari Kedutaan Besar Re­publik Indonesia (KBRI) yang berada di Tokyo, Je­pang dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJ­RI) yang berada di Osaka, Jepang.

“Tapi bagaimanapun para pekerja melakukan mobilitas, dan belum tahu informasi lebih lanjut. Kita saat ini menunggu informasi lebih lanjut dari KBRI dan KJRI yang berada di Tokyo dan Osaka,” jelasnya.

Bayu Aryadhi menambahkan PMI asal  Sumbar bekerja di Jepang di sektor pertanian dan kesehatan. “Banyak PMI asal Sumbar bekerja sebagai perawat di rumah sakit dan pertanian dengan rata – rata pendidikan D3 dan S1,” ujarnya.

Untuk diketahui, gempa dengan kekuatan M 7,5 melanda Jepang. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Lokasinya terletak berada di 42 kilometer timur laut Anamizu di prefektur Ishikawa.

Tsunami tertinggi terjadi di wilayah Wajima (Ishikawa) dengan ketinggian 1 me­ter 20 cm pada Senin (1/1/2024) sore, pukul 14.21 WIB. Tsunami yang lebih ren­dah juga terjadi di seba­gian wilayah Prefektur Toyama, Niigata, dan Ya­magata. Ca­kupan gempa bumi yang terjadi kemarin cukup luas.

Otoritas setempat melaporkan bahwa gempa di­ra­sakan masyarakat Pre­­fektur Niigata, Toyama, Fu­kui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Iba­­raki, Tochigi, Gunma, Sai­tama, Shizuoka, Aichi. Ma­sya­rakat di Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Na­ra, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita. (fan)