SOLOK, METRO–Nasib tragis dialami seorang bocah yang berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD) di warga Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, di momen libur Tahun Baru 2024. Pasalnya, bocah malang itu tenggelam saat mandi-mandi bersama temannya di pinggiran Sungai Batang Lembang, Senin (1/1).
Insiden nahas yang terjadi pada ekitar pukul 15.00 WIB, di dekat jembatan Bawah Bungo, Gurun Bagan Kelurahan VI Suku, sontak saja membuat heboh warga setempat hingga langsung berdatangan ke lokasi. Warga pun melaporkan kejadian itu ke BPBD Kota Solok.
Mendapat laporan itu, petugas BPBD Solok datang untuk melakukan pencarian terhadap bocah bernama Fahri (12) yang diduga tenggelam gegara tidak pandai berenang tersebut. Tak lama berselang, petugas dibantu warga setempat berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Orang tua korban yang menyaksikan tubuh korban yang sudah terbujur kaku ketika dievakuasi petugas, dibuat menangis histeris. Kerabat maupun warga berusaha menenangkan orang tua korban. Petugas BPBD bersama PMI selanjutnya mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Tentara.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Herman membenarkan adanya bocah SD yang tewas tenggelam di Sungai Batang Lembang itu. Laporan petugas di lapangan, korban awalnya diketahui tengah mandi-mandi bersama sejumlah temannya.
“Informasinya, korban bersama temannya mandi-mandi sekitar pukul 14.00 Wib di dekat jembatan Bawah Bungo, Gurun Bagan. Berselang satu jam, korban bersama temannya keluar dari sungai. Namun, ketika itu, korban kembali mandi-mandi,” kata Herman.
Saat mandi sendirian itulah, diungkap Herman, korban malah terbawa arus deras Sungai Batang Lembang hingga tenggelam. Teman-teman korban yang melihat korban hanyut tenggelam, langsung berteriak minta tolong hingga membuat warga berdatangan ke lokasi.
“Warga sekitar yang mengetahui korban hanyut langsung melakukan pencarian di pinggiran sunga. Tidak berselang lama, korban berhasil ditemukan. Petugas dari BPBD Kota Solok, PMI dan Smash Care yang tiba di lokasi kemudian langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Tentara,” jelas Herman.
Herman menuturkan, dari penanganan dan pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada orang tuanya untuk dikebumikan.
“Dengan adanya kejadian ini, kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya, terlebih mandi-mandi di sungai. Hal itu sangat membahayakan meningat saat ini curah hujan masih tinggi,” tutupnya. (vko)





