SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Libur Nataru 2023, Jalinsum Ramai Kendaraan, Pengendara Diimbau Tetap Waspada

0
×

Libur Nataru 2023, Jalinsum Ramai Kendaraan, Pengendara Diimbau Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
TETAP WASPADA— Kondisi jalan rusak harus diwaspadai pada beberapa titik di Jalinsum berpotensi mengundang kecelakaan lalu lintas atau kerusakan kendaraan akibat terperosok.

SIJUNJUNG, METRO–Pengguna jalan lintas sumatra (Jalinsum) perlu mewaspadai sejumlah titik jalan yang berlubang maupun terban. Terutama pada momen libur Nataru 2023, dimana kondisi Jalinsum ramai dilewati pe­ngendara.

Tak hanya itu, peni­ngakatan arus lalu lintas juga disebabkan pasca terjadinya bencana banjir dan longsor di ruas jalan Sumbar-Pekanbaru melewati Pangkalan, jalur Sumbar Riau kini dialihkan ke Sijunjung-Kiliranjao.

Kondisi jalan rusak pada beberapa titik di Jalinsum berpotensi me­ngundang kecelakaan lalu lintas atau kerusakan kendaraan akibat terperosok.

Hal itu diingatkan Kasat Lantas Polres Sijunjung, AKP Zamrinaldi. Di­katakannya, peningkatan arus lalin terjadi sejak sepekan terakhir, baik dari arah Kiliranjao maupun Muarokalaban. Namun musim hujan masih terus melanda wilayah Sijunjung, pada siang hari maupun malam, sehingga ba­dan jalan kerap terge­nang air di beberapa kawasan.

Baca Juga  Persiapan Pra UN Dimatangkan 2019, Sijunjung Targetkan UNBK 100 Persen

Maka saat melintas tak jarang dilaporkan kendaraan ngerem men­da­dak guna menghindari lubang, jalan rusak, dan genangan air. Sehingga sangat berpotensi me­ngundang kecelakaan.

“Jalinsum kini menga­lami peningkatan arus lalu lintas seiring menghadapi momentum perayaan Ta­hun Baru 2024. Bahkan sebahagian besar diwarnai kendaraan dari luar daerah. Sebab itu para pengendara diminta untuk lebih berhati-hati, kurangi kecepatan di titik-titik ra­wan,” jelas AKP Zamrinaldi.

Pihaknya mengingatkan kepada para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan, selalu berhati-hati, hindari melaju berkecepatan tinggi dan utamakan keselamatan.

Baca Juga  Sapi Kurban Terinfeksi PMK Tetap Bisa Disembelih, Kadis: Kepala, Kaki dan Jeroan tidak Disarankan

“Kadang dari kejauhan tidak terdeteksi adanya jalan berlubang, sehingga saat bertemu lubang men­dadak ngerem atau ban­ting stir. Hal ini jelas membahayakan pengendara lain, baik dari dari arah depan maupun belakang,” terangnya.

Terlebih saat ini sedang musim hujan, badan jalan digenangi air sehingga dari kejauhan lubang jalan sulit terdeteksi. Apa­lagi dalam situasi berkendara malam hari, tentu akan lebih berisiko lagi. “Puncak arus kendaraan di Jalinsum Sijunjung di­proyeksi akan terjadi pada H-1 tahun baru, yakni 31 Desember nanti,” pung­kasnya. (ndo)