METRO SUMBAR

Di Kabupaten Limapuluh Kota, 6.655 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor 

1
×

Di Kabupaten Limapuluh Kota, 6.655 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor 

Sebarkan artikel ini
MONITOR PENANGANAN LONGSOR— Bupati Limapuluh Kota Safarudin bersama Anggota Komisi VIII DPR RI dan BNPB langsung monitor penanganan darurat pembersihan perbaikan jalan Sumbar-Riau

LIMAPULUH KOTA, METRO –Badan Penanggula­ng­an Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima puluh Kota, Rahmadinol, menyebut ada sebanyak 6.655 jiwa, 1.820 Kepala Kelurga (KK) dan 1.486 unit rumah terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dan 13 unit sekolah, 17 tempat ibadah, 8 unit kantor pemerintah, badan jalan terban, 28.500 M2 perikanan hingga menimbulkan kerugian Rp 171.­000.000 rupiah.

Dari jumlah data itu, Kecamatan Pangkalan Koto Baru paling banyak dimana 1.623 KK, 5.922 jiwa dan 1.335 unit rumah. Dikecamatan Harau ada 70 KK, 280 jiwa dan 24 unit rumah, kecamatan Kapur IX ada 126 KK, 449 jiwa dan 126 unit rumah, dan Kecamatan Bukit Barisan Nagari Maek, 1 KK, 4 jiwa dan 1 unit rumah. Sementara 1 orang warga Batu Sangkar, Kabupaten Tanah datar meninggal dunia akibat terbawa lonsor di Jalan Sumbar-Riau.

Disampaikan Rahma­dinol, banjir dan longsor dipicu tingginya curah hujan yang turun pada tanggal 25 Desember 2023 sampai dengan pukul 05.00 dini hari tanggal 26 Desember 2023. BPBD bersama tim gabu­ngan TNI/Polri, Pos SAR dan masyarakat sudah melakukan upaya evakuasi masyarakat dari lokasi banjir dan evakuasi material longsor yang menimbul badan jalan Sumbar-Riau hampir di 30 titik.

“Kita sudah mendata semua dampak banjir dan sudah melakukan upaya evakuasi baik orang yang terdampak banjir maupun material longsor bersama-sama tim gabungan, dan untuk kebutuhan memang perlu penanganan segera badan jalan yang terban akibat longsor, dan yang diperlukan bantuan logistik (sandang pangan), air bersih dan obat-obatan,” ucap Rahmadinol, kepada wartawan.

Baca Juga  KPU Pessel Siapkan Tim Verifikasi Kelengkapan Adiministrasi Syarat Calon

Dia menyebut, sejak terjadi banjir dan longsor di Jalan Sumbar-Riau, tim gabungan terus berjibaku membersihkan material longsor hingga Jumat (29/12), sehingga arus lalulintas dari Sumbar menuju Riau maupun sebaliknya terpaksa di tutup dari pagi pukul 08.00 Wib-17.00 Wib, sore hari. Ini dilakukan guna memanimalisir terjadinya korban jiwa akibat dampak longsor kepada pengguna jalan.

Camat Pangkalan Fai­zil Azis, menyebut pada Jumat 29 Desember 2023 kondisi cuaca di Kecamatan Pangkalan Koto Baru cerah. Dan kondisi air pasca banjir sudah surut. “Air sudah surut, dan kondisi cuaca saat ini bagus. Dan untuk masyarakat kita yang terdampak banjir lalu tidak ada yang mengungsi, masyarakat berada di rumah masing-masing,” ucap Camat Pang­kalan singkat kepada wartawan.

Sementara Kapolsek Pangkalan AKP Aknopolindo, mengakui arus lalulintas Sumbar-Riau dari arah Riau di tutup di Pangkalan sejak pagi dan diperkirakan dibuka pada pukul 17.00 Wib. Dia menyebut, sengaja menutup Jalan Sumbar-Riau di Pangkalan untuk menjaga pengguna jalan baik kenderaan roda dua maupun empat dari dam­pak longsor.

Baca Juga  Kampanye di Nanggalo, Mahyeldi Komitmen Pendidikan 12 Tahun

“Ada juga yang berta­nya kenapa ditutup di Pangkalan, kenapa tidak didekat jalan yang diperbaiki, kalau kita stop didekat jalan yang diperbaiki kita takut nanti terjadi longsor susulan, kemudian juga disana pesawangan se­hingga masyarakat pengguna jalan sulit untuk men­dapatkan tempat istirahat serta makan dan minum. Kalau di Pangkalan, pengguna jalan bisa istirahat dan disini banyak tempat makan dan minum, jadi kita semua memikirkan keselamatan pengguna ja­lan,” ucap Kapolsek.

Dia juga menyebut, saat ini sekitar pukul 17.00 Wib (Jumat.red) juga terjadi hujan didaerah tempat pengerjaan jalan yang terban dikelok 17 Ulu Aia, Kecamatan Harau. “Di kita di Pangkalan cerah, panas, tetapi saya dapat kabar ditempat pengerjaan jalan yang terban itu sedang terjadi hujan, kondisi cuaca yang tidak menentu ini yang kita cemaskan dan antisifasi agar tidak terjadi seperti tahun 2017 silam,” sebutnya.

Kapolsek yang mudah diakses ini menyebut, untuk saat ini kenderaan dari arah Riau hendak menuju Sumbar, memang antri di Pangkalan. “Karena jalan Nasional Sumbar-Riau yang selalu ramai tentu memang banyak kenderaan yang antri baik itu truk maupun mobil pribadi,” sebutnya mengajak pengguna jalan hati-hati saat berkendera melintasi Jalan Sumbar-Riau pasca longsor. (uus)