AGAM, METRO–Gunung Marapi kembali erupsi pada Rabu (27/12). Menurut informasi yang dikutip dari situs Magma ESDM, tinggi kolom letusan Gunung Marapi kali ini teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.391 meter di atas permukaan laut.
Kepala Kepala Pos Pemantau Gunungapi (PGA) Marapi Ahmad Rifand mengatakan, Gunung Marapi mengalami empat kali erupsi pada pukul 05.01 WIB, pukul 06.08 WIB, pukul 08.04 WIB dan pukul 12.05 WIB. Selain letugas, terjadi 13 hembusan dan 1 vulkanik dalam.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Wisatawan dan masyarakat di sekitar Gunung Marapi tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek),” katanya.
Menurut Ahmad, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
“Masyarakat juga diminta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Marapi, agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit,” ujarnya.
Teguh juga mengimbau jika terjadi hujan abu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
“Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi dan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong atau hoax dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” pungkasnya.
Bandara BIM Sempat Ditutup
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sempat ditutup pada Jumat (22/12), imbas erupsi Marapi. Penutupan dilakukan akibat dampak erupsi Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Agam.
Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Minangkabau, Yudha Nugraha mengatakan wilayah BIM terdampak abu vulkanik. “Iya dari hasil rapat bersama otoritas bandara dan pihak terkait BIM ditutup sementara, karena abu vulkanik membahayakan mesin pesawat,” katanya.
Ia menyampaikan pemantauan abu vulkanik dilakukan dari pukul 15.00 WIB. Penutupan bandara ini termasuk untuk kedatangan keberangkatan pesawat. “Kami memantau per jam, untuk sementara ditutup sampai pukul 22.00 WIB,” jelasnya.
Pihaknya memantau menggunakan citra satelit, pola pergerakan angin. Angin berembus dari timut laut sampai utara. “Kecepatan angin 18 kilo meter per jam,” ujar Yudha. (*)






