BERITA UTAMA

Dikeroyok di Pesantren, Santri Koma

0
×

Dikeroyok di Pesantren, Santri Koma

Sebarkan artikel ini

PADANGPANJANG, METRO – Dikeroyok, seorang santri kelas IV Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Nurul Iklas (setingkat SMA), X Koto, Tanahdatar, Robby (16) nyaris tewas. Dia menjadi korban kekerasan kawan satu asrama (Asrama Musa, red), Minggu (10/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak sadarkan diri, korban dilarikan RS M Djamil Padang untuk menjalani perawatan intensif.
Robi diduga dihajar eman-teman satu asramanya. Ulah perkelahian tersebut Robi sempat dilarikan ke RSUD Padangpanjang untuk diberikan pertolongan. Namun, kondisi korban yang kian memburuk, pihak RSUD harus memutuskan untuk merujuk pasien ke RS M Djamil Padang.
Kepala SMA Nurul Ikhlas, tidak mau ditemui wartawan dengan alasan ada pekerjaan yang tidak bias ditinggalkan.
“Kepala sekolah tidak bisa ditemui sekarang. Kepala sekolah saat ini masih ada pekerjaan,” sebut salah seorang Pegawai Tata Usaha (TU) yang tidak mau menyebutkan namanya, Selasa (12/2).
Terpisah, salah sorang pengawas santri, Firman, membenarkan telah terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan di salah satu asrama santri putra di Ponpes Nurul Iklas itu. Atas kejadian tersebut salah satu santri harus menjalani perwatan karena dinyatakan koma atau tidak sadarkan diri.
Dikatakannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Badan Kesiswaan. “Kita masih menelusuri penyebab kejadian ini. Namun, hingga Senin (11/2) kita belum sempat memintai keterangan lebih lanjut dari santri yang terlibat,” sebut Firman, seraya mengatakan pihak Ponpes masih berada di RS M Djamil.
Ketika ditanyakan terkait sejumlah santri yang terlibat perkelahian, Firman menjawab belum dapat data pasti. “Kita baru tahu, Robi masuk RS disebabkan oleh peristiwa perkelahian antar santri satu asrama,” ujar Firman.
Firman menyebut, menindaklanjuti kejadian tersebut pihaknya akan memproses setiap pelanggaran yang dilakukan santri. “Kita akan berikan sanksi atas pelanggaran ini guna memberikan efek jera terhadap santri,” ujar Firman diaminkan pengawas lainnya Yohan Sefwin.
Orang tua korban Jack saat dihubungi wartawan Senin membenarkan anaknya menjalani perawatan di RS M Jamil Padang. Saat ini kondisi anaknya masih dalam masa opname dan belum bisa dibesuk.
”Robby saat ini tidak bisa didampingi di ruang pearawatannya. Namun, untuk kejadian ini kami pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan pengurus ponpes untuk segera menindaklanjuti kejadian secara bijak dan kekeluargaan,” katanya.
Kapolsek X Koto Polres Padangpanjang AKP Rita Saryanti, membenarkan telah masuknya laporan terkait kasus pemukulan Santri di Ponpes Nurul Ikhlas X Koto Tanahdatar dari pihak korban. Diduga, pelaku pengeroyokan berjumlah 17 orang.
”Telah terjadinya pemukulan secara bergantian terhadap korban Robby di Asrama Musa, Ponpes Nurul Ikhlas. Saat ini penyidik tengah mendalami kasus dan mengumpulkan data santri yang terlibat seiring memintai keterangan lebih lanjut dari saksi saksi,” ujar Rita. (rmd)