PADANG, METRO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan sosialisasi pendidikan pemilih kepada kelompok disabilitas guna meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. KPU memastikan hak pilih bagi orang penyandang disabilitas akan tersalurkan pada Pemilu 2024 mendatang.
Komisioner KPU Sumbar Jons Manedi mengatakan, sosialisasi kepada penyandang disabilitas itu penting, agar bisa menentukan pilihan politik mereka secara mandiri, sesuai dengan keinginan hati nuraninya.
Dikatakannya, selain untuk meningkatkan partisipasi pemilih, sosialisasi khusus kepada penyandang disabilitas ini juga karena mereka memiliki hak yang sama sebagaimana calon pemilih normal pada umumnya.
“Hal ini sesuai dengan undang-undang 7 pasal 5 bahwa negara mengatur kesetaraan dan keadilan juga nilai-nilai tentang hak pilih yang dimiliki oleh penyandang disabilitas,” ujarnya kepada kelompok disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumbar, Rabu (20/12) di Hotel Truntum Padang.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Hubungan, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Sumbar itu menyampaikan, KPU melakukan kegiatan sosialisasi untuk menyampaikan hari pemungutan suara atau pencoblosan yang dilakukan pada 14 Februari 2024.
“Kami juga menyampaikan agar mereka dapat berpartisipasi karena mereka memiliki hak pilih, dengan syarat mereka sudah memenuhi syarat sebagai pengguna hak pilih,” katan Jons yang didampingi Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Partispasi Hubungan Masyarakat KPU Sumbar, Sutrisno.
Tidak hanya itu, Jons Manedi mangungkapkan KPU juga menjelaskan adanya kesadaran untuk menggunakan kebebasan hak pilih dengan mengetahui dan menggunakan hati nurani masing-masing. Kemudian, KPU juga mengenalkan dapil-dapil berdasarkan tempat tinggal yang bersangkutan.
Jons Manedi juga mengatakan, bahwa para penyandang disabilitas cukup antusias menyambut pesta demokrasi lima tahunan ini. Hal ini diketahui dengan banyaknya teman-teman disabilitas yang bertanya, dan menariknya mereka memastikan tidak golput karena mereka mengetahui haknya di jamin oleh negara.
“Hal ini setelah kita berikan pendidikan pemilih. Kami harap dengan adanya kegiatan ini tingkat partisipasi kelompok disabilitas juga meningkat, karena suara teman-teman disabilitas setara dengan pemilih lainnya, dan diharapkan agar tidak golput,” ujarnya.
Lebih jauh Jons Manedi mengatakan, pada pemilihan nantinya diharapkan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB teman-teman disabilitas sudah datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Ia meminta KPU kabupaten dan kota melalui KPPS untuk memprioritaskan dan memberikan kesempatan awal untuk penyandang disabilitas.
“Ini untuk kebijakan bersama, kita mendorong KPU kabupaten dan kota hingga KPPS melayani di awal sehingga KPPS bisa melayani dengan baik dalam Pemilu 2024,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi pemilih kepada penyandang disabilitas ini diharapkan tidak kali ini saja. Untuk itu diharapkan KPU kabupaten dan kota juga akan melakukan hal yang sama dengan mengundang kelompok-kelompok disabilitas di daerah.
“Jika sosialisasi ini masif dilakukan, kami yakin peningkatan signifikan akan nampak. Kami harap sampai 70 persen partisipasi pemilih disabilitas dan sangat luar bisa, sehingga bisa jadi contoh teladan. Sebab, di pemilu sebelumnya berada pada angka di bawah 50 persen,” ucap Jons Manedi. (fer)






