METRO PADANG

Jalin Sinergitas dan Chemistry, Camat Padang Timur Ajak Warga Berdiskusi “Sambil Ngopi Sakarek”

0
×

Jalin Sinergitas dan Chemistry, Camat Padang Timur Ajak Warga Berdiskusi “Sambil Ngopi Sakarek”

Sebarkan artikel ini
INOVASI SAMKOREK— Camat Padang Timur Fizlan Setiawan membuat inovasi Samkorek (Sambil Ngopi Sakarek), guna menjalin sinergitas dan chemistry tersebut, dengan mengunjungi secara bergiliran wilayah di Kecamatan Padang Timur guna berdiskusi dengan warga.

PADANG, METRO–Terjalinnya sinergitas dan chemistry antara pemerintah dan warga, sangat penting dalam mendukung lancarnya pembangunan suatu wilayah.

Hal tersebut disadari oleh Camat Padang Timur Fizlan Setiawan. Apalagi dengan jumlah warga yang mencapai 80 ribu jiwa dan tersebar di 10 kelurahan, tentunya terjalinnya sinergitas dan chemistry menjadi modal dalam menentukan arah pembangunan di wilayah tersebut.

Samkorek (Sambil Ngopi Sakarek), merupakan inovasi yang diterapkan guna menjalin sinergitas dan chemistry tersebut, dengan mengunjungi secara bergiliran wilayah di Kecamatan Padang Timur guna berdiskusi dengan warga.

Baca Juga  Pengerjaan Jembatan Juanda Dikebut Siang Malam, Senin, Jalan bisa Dibuka Setengah

“Jadi kita mengambil tradisi yang ada di Kota Pa­dang, dimana diskusi biasanya dilakukan oleh warga di warung sambil ditemani oleh segelas kecil kopi, atau istilahnya kopi sakarek,” kata Fizlan, kemarin.

Pada kegiatan Samkorek inilah kata Fizlan, pemerintah dapat berdiskusi dan mendengar langsung kendala yang dihadapi warga, baik terhadap kebutuhan sarana prasarana, maupun terkait pengurus dokumen kependudukan, serta program bantuan sosial.

Laporan dan data permasalahan tersebut kata Fiz­lan, jika bisa diselesaikan oleh kecamatan, maka pi­haknya akan segera mem­­bantu menyelesaikan.

Baca Juga  Perda Kawasan Tanpa Rokok masih Tumpul, Pemko Padang Kecolongan, Iklan Racun Tembakau Terpampang di Jalan Utama

Seperti kebutuhan dokumen kependudukan, ma­ka pihak operator kecamatan akan membantu dengan berkoordinasi dengan Disdukcapil, sehingga warga tercatat dan segera memiliki dokumen kependudukan.

“Biasanya warga lalai terkait dokumen adminduk, akibatnya saat dibutuhkan untuk mendapatkan program bantuan menjadi terkendala,” tutur Fizlan.

Sementara untuk masalah yang perlu intervensi program lebih lanjut, seperti kebutuhan sarana prasarana akan dicatat untuk kemudian segera diteruskan kepada OPD terkait untuk menjadi bahan yang dapat ditindaklanjuti. (brm/MC)