METRO SUMBAR

PT Semen Padang Resmikan Pemakaian Reservat, 3.000 Ikan Bilih Hasil Konservasi kembali Disebar di Danau Singkarak

0
×

PT Semen Padang Resmikan Pemakaian Reservat, 3.000 Ikan Bilih Hasil Konservasi kembali Disebar di Danau Singkarak

Sebarkan artikel ini
PELEPASAN BIBIT IKAN— Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa, bersama Direktur Operasional PT Semen Padang Indrieffouny Indra, Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Czi Sutrisno, melepas ribuan ikan bilih hasil konservasi yang dilakukan PT Semen Padang di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Senin (18/12).

TANAHDATAR, METRO–PT Semen Padang kem­bali melakukan restocking (penyebaran ikan) ikan bilih sebanyak 3.000 ekor dari hasil konservasi ke habitat aslinya di Danau Singka­rak, Senin (18/12). Selain me­lakukan restocking, pada kesempatan itu juga di­resmikan pemakaian reservat atau tempat suaka bagi ikan endemik yang dibuat oleh PT Semen Pa­dang.

Restocking ribuan ikan bilih serta peresmian re­servat yang berada di Jo­rong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar itu, dilakukan oleh Dirut PT Semen Padang Asri Mu­khtar Dt Tumangguang Basa, bersama Direktur Operasional PT Semen Padang Indrieffouny Indra. Turut hadir pada acara itu Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Czi Sutrisno, dan Asisten I Bid Kesra dan Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar Elizar.

Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang Basa dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian reservat seluas 20×50 meter persegi ini merupakan yang kedua dilakukan PT Semen Padang. Sebelumnya pada akhir Juli 2022, PT Semen Padang juga membuatkan reservat yang lokasinya juga berada di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur. Sedangkan untuk restocking ikan bilih, merupakan yang keempat kali dilakukan PT Semen Padang.

“Kalau ditotalkan de­ngan yang sekarang ini, sudah 13.000 ikan bilih yang telah direstocking atau yang kami sebar di habitat aslinya di Danau Singka­rak. Dan, ikan bilih ini merupakan hasil konservasi yang kami lakukan sejak 2018. Konservasi ini bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta (UBH). Untuk itu, kami pun mengucapkan terima kasih kepada UBH yang telah menjadi mitra kami dalam melakukan pelestarian ekosistem di Da­nau Singkarak ini,” kata Asri Mukhtar.

Baca Juga  Diinisiasi Andre Rosiade, Pembangunan Tol Padang-Sicincin Segera Dimulai Kembali

Dengan adanya reservat ini, Asri Mukhtar berharap agar ikan bilih yang disebar ini dapat ber­kem­bang biak dengan cepat, sehingga para nelayan di sekitar Nagari Sumpur ini bisa dengan mudah me­nangkap ikan bilih. “Tolong ini (reservat) ini dijaga bersama. Karena ini adalah tempat kita cari makan. Mari kita rawat, budidayakan ikan bilih ini supaya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi kita,” kata Asri Mukhtar.

Asri Mukhtar juga menyampaikan alasan kenapa PT Semen Padang melakukan konservasi ikan bilih. Kata dia, selain merupakan ikan endemik di Danau Singkarak yang terancam punah yang diduga akibat eksplorasi yang dilakukan secara besar-besaran, ikan bilih ini punya potensi yang cukup besar untuk me­ningkatkan ekonomi ma­syarakat di salingka Danau Singkarak. Dan, PT Semen Padang ikut serta me­ngembangkan potensi ikan bilih ini, karena sebagai bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap ling­kungan dan pemberda­yaan masyarakat.

Asisten I Bid Kesra dan Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, Elizar, yang hadir mewakili Bupati Ta­nah Datar Eka Putra, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan UBH yang telah ber­kolaborasi melakukan konservasi ikan bilih. Dimana, kata dia, hasil dari konservasi tersebut dikembalikan ke habitatnya di Danau Singkarak, termasuk membuatkan reservat untuk pelestarian ikan bilih Da­nau Singkarak, khususnya di Nagari Sumpur.

“Semoga, keberadaan reservat yang telah dibuat Semen Padang ini, dapat menjadi usaha kita dalam rangka pelestarian ikan bilih. Karena, keberadaan ikan bilih di Danau Singka­rak ini memiliki nilai ekologis yang penting. Dan, ikan bilih ini juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi bagi masyarakat sekitar Danau Singkarak. Bah­kan, ikan ini menjadi simbol kekayaan alam dan kebanggaan lokal. Tidak hanya itu, kebe­radaan ikan bilih ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Da­nau Sing­k­arak,” katanya.

Baca Juga  Tradisi Badoncek Meringankan Beban Sesama

Hal yang sama juga disampaikan Wali Nagari Sumpur, Fernando Sutan Sati, yang juga Ketua Nelayan Nagari Sumpur. Kata dia, dirinya mewakili para nelayan dan masyarakat Nagari Sumpur, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang, dan juga UBH yang telah ber­kolaborasi dalam melestarikan ikan bilih.

“Ini sebuah perhatian yang sangat luar biasa sekali. Kami sebagai ma­syarakat nelayan, berterima kasih kepada Semen Padang, termasuk UBH yang selama ini telah mem­berikan banyak masukan kepada kami para nelayan di Nagari Sumpur ini,” katanya.

Dia berharap agar PT Semen Padang untuk tidak berhenti memperhatikan nelayan Sumpur yang jumlahnya sekitar 85 persen dari total kepala keluarga yang ada di Nagari Sumpur. Semua nelayan ini, berada di bawah organisasi 11 ke­lompok nelayan yang telah berbadan hukum.

“Sejauh ini, semua ke­lompok nelayan ini patuh terhadap Peraturan Nagari Sumpur tentang cara pe­nangkapan ikan. Dan, di sa­lingka Danau Singkarak ini, hanya Nagari Sumpur satu-satunya nagari yang mengeluarkan aturan cara menangkap ikan secara tra­disional. Aturan ini su­dah ada sejak lama. Bahkan, waktu saya masih SD, aturan ini juga sudah ada,” ujarnya. (ren/rel)