JAKARTA, METRO–Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Anggawira berharap Pilpres 2024 berlangsung satu putaran. Hal ini demi menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian baik global maupun dalam negeri.
“Satu putaran ini bisa jadi salah satu hal positif untuk mengakselerasi program-program yang ada. Itu jadi harapan kami. Tren pertumbuhan ekonomi di 5 persen bisa makin tinggi jika uang beredar makin besar. Terobosan kebijakan finansial di pemerintahan yang baru ini jadi hal yang sangat penting,” kata Anggawira kepada wartawan, Selasa (19/12).
Selain mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, pilpres yang berlangsung satu putaran juga dapat mempercepat program-program pemerintah yang sedang berjalan.
“Kalau satu putaran peluang untuk mengakselerasi program-program yang ada bisa lebih cepat lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengamat Politik M. Qodari menjelaskan, pilpres satu putaran bisa menghemat biaya hingga Rp 17 triliun. Uang itu nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, termasuk pemberian subsidi kepada rakyat yang membutuhkan.
Kemudian, secara politis, pemilu satu putaran bisa menjaga kestabilan dalam negeri dan juga meminimalisasi ancaman polarisasi masyarakat. Qodari khawatir ancaman polarisasi semakin besar jika putaran kedua menyajikan pertarungan dua paslon.
“Saya melihat potensi polarisasi ini besar sekali karena begitu calon cuma dua, maka akan berhadap-hadapan termasuk isu primodial dan isu agama akan muncul,” kata Qodari.
“Anies pasti akan diplot sebagai calon Islami karena sudah didukung oleh UAS, HRS, sudah bikin kesepakatan dengan ulama. Pak Prabowo mohon maaf dengan berat hati saya katakan pasti dicap sebagai calon Kristen. Pak Jokowi pernah dicap Kristen padahal bukan Kristen. Pak Prabowo dengan sangat mudah pasti dicap dengan isu-isu primordial,” sambungnya. (jpg)






