BERITA UTAMA

2 Pekan Dirawat Intensif di Ruang ICU M Djamil, Zhafirah, Korban Erupsi Marapi Berpulang

0
×

2 Pekan Dirawat Intensif di Ruang ICU M Djamil, Zhafirah, Korban Erupsi Marapi Berpulang

Sebarkan artikel ini
PEMULANGAN JENAZAH— Jenazah Zhafirah Zahrim Febrina, korban erupsi Gunung Marapi saat akan di bawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans, Minggu (17/12) pukul 20.37 WIB.

PADANG, METRO–Salah seorang korban erupsi gunung Marapi yang sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (17/12) sore.

Korban bernama Zhafirah Zahrim Febrina akhirnya di bawa ke rumah duka pada pukul 20.37 WIB dari RSUP M Djamil Padang, setelah dilakukan proses memandikan, pengafanan dan diantarkan langsung ambulans M Djamil.

Kabar meninggalnya Ife, sapaan akrab Zhafirah ini sempat beredar di sejumlah WhatsApp Grup pada sore hari. Kemudian, kabar duka ini juga disampaikan oleh akun Instagram resmi Politeknik Negeri Padang, tempat Ife kuliah, pukul 19.00 WIB.

Perihal informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Direktur Utama (Dirut RSUP M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG KFM, MARS.

“Atas nama Direktur Utama dan civitas hospitalia RSUP M Djamil, kami turut berdukacita atas meninggalnya Zhafira di ruang ICU Tulip setelah menjalani perawatan sejak 2 minggu terakhir di RSUP M. Djamil,”ujar Dovy.

Dikatakan oleh Dovy, beberapa waktu terakhir, terjadi pasang surut kondisi pasien sehingga menjalani perawatan intensif di ruang ICU, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 17.50 WIB. “Kita berdoa kepada Allah semoga Almahumah diterima segala amal ibadah dan diampuni segala kesalahan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,”ungkapnya.

Diungkapkannya, RSUP M Djamil telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan perawatan kepada Zhafira.

“Penyelenggaraan jenazah sepenuhnya dilakukan pihak RSUP M Djamil mulai dari proses memandikan, mengafani dan memfasilitasi pengantaran jenazah hingga dikuburkan,”pungkasnya.

Diketahui, Ife menjalani perawatan intensif di M Djamil karena luka bakar yang cukup serius yang diterimanya saat erupsi Gunung Marapi. Sebelum dirawat di M Djamil, Ife dirujuk dari RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi setelah berhasil dievakuasi tim gabungan dari Gunung Marapi.

Diketahui, Ife sempat menyita perhatian publik pasca-erupsi lantaran video ia minta tolong kepada ibunya dengan kondisi wajah penuh abu viral di media sosial.

Setelah itu, video yang memperlihatkan ia digendong oleh seorang anggota TNI tengah malam untuk turun gunung juga viral.

Untuk diketahui pula, Gunung Marapi erupsi pada Minggu (3/12) pukul 14.54 WIB. Saat erupsi terjadi, sebanyak 75 pendaki tengah beraktivitas di atasnya.

Tim gabungan yang mengevakuasi para pendaki selama tiga hari pasca-erupsi menemukan 23 pendaki meninggal dunia. Sementara, 52 orang lainnya selamat. Dari total yang selamat itu, beberapa orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka, termasuk Ife. (rom)