SOLOK/SOLSEL

Pada Acara Solok Creative Festival, Dinas Pangan Bagikan Sayur Gratis

0
×

Pada Acara Solok Creative Festival, Dinas Pangan Bagikan Sayur Gratis

Sebarkan artikel ini
sosialisasi — Dinas Pangan melalui Bidang Konsumsi, Penganekaragaman dan Keamanan Pangan melakukan edukasi dan sosialisasi B2SA dalam bentuk pembagian sayur dan buah secara gratis pada acara Solok Creative Festival

SOLOK, METRO–Dinas Pangan melalui Bidang Konsumsi, Penganekaragaman dan Kea­manan Pangan melakukan edukasi dan sosialisasi B2SA dalam bentuk pembagian sayur dan buah secara gratis pada acara Solok Creative Festival.

Bebagai upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan sayur dan buah serta me­ningkatkan pemahaman ma­­syarakat akan pentingnya konsumsi makanan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Dinas Pangan Kota Solok terus gencarkan kam­pa­nye konsumsi sayur dan buah kepada masya­rakat.

Edukasi dan sosialisasi dikemas dengan memba­gikan doorprize yang menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia. Pengunjung yang didominasi oleh anak-anak sekolah sangat antusias mengikuti kegiatan itu.

Antusiasme sangat luar biasa juga ditunjukkan oleh masyarakat dengan adanya pembagian sayur dan buah gratis ini,  Sehingga harapannya kampanye pola pangan B2SA dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya makan makanan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

Hal ini diakui Wali Kota Solok Zul Elfian bahwa sejalan dengan target RPJMD Tahun 2023 untuk mencapai skor Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 87. Menurut data, target konsumsi sa­yur dan buah per kapita per hari adalah 268,8 gr/kap/hari, namun capaian konsumsi sayur dan buah masyarakat  Kota Solok pada tahun 2023 baru mencapai 241,3 gr/kap/hari. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah masyarakat Kota Solok masih perlu ditingkatkan lagi.

Sementara Kepala Dinas Pangan Kota Solok Ade Kurniati, menyatakan ha­rapannya melalui sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, akan pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk hi­dup sehat dengan meng­konsumsi sayur dan buah secara rutin,” ujarnya.

Di samping pembagian sayur dan buah secara gratis juga terdapat percontohan Hidrobokas (Hidroponik botol bekas).  Hidroponik merupakan cara bercocok tanam dengan menggunakan air  sebagai media tanam dan tanpa menggunakan tanah.

Sistem hidroponik menjadi metode bercocok tanam yang sangat populer didaerah perkotaan karena tidak membutuhkan lahan yang luas, tapi dapat memanfaatkan pekarangan yang sempit sekalipun. Hidrobokas sendiri merupakan sistem hiddroponik dengan menggunakan botol bekas.

Alat yang diperlukan untuk pembuatan hidrobokas sangat sederhana yaitu botol bekas air mineral, pupuk AB Mix, Rockwoll, kain flanel serta bibit tanaman sayuran. Cara pembuatannya cukup sederhana dengan cara memotong botol bekas menjadi 2 bagian, dimana potongan botol bagian atas digunakan sebagai tempat media tanam yang diguna­kan secara terbalik sehingga menyerupai corong. Sementara itu bagian ba­wah botol digunakan sebagai tempat air yang dicampur dengan nutrisi tanaman. (vko)