METRO SUMBAR

Ikuti Arahan Presiden, Pupuk Indonesia Siap Penuhi Alokasi Tambahan Pupuk Subsidi

0
×

Ikuti Arahan Presiden, Pupuk Indonesia Siap Penuhi Alokasi Tambahan Pupuk Subsidi

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama— PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi. (Dok. Pupuk Indonesia)

JAKARTA, METRO–PT Pupuk Indonesia (Persero), sebagai salah satu penyokong utama dalam produktivitas pertanian Tanah Air, siap melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) terkait peningkatan alokasi subsidi pupuk. Dengan kapasitas produksi yang mencapai 14,6 juta ton dan jaringan distribusi yang meliputi lebih dari 1.077 distributor serta 25.778 kios pupuk di seluruh negeri, perusahaan ini berkomitmen memenuhi tambahan ketersediaan pupuk subsidi untuk para petani.

Arahan ini disampaikan Jokowi saat Kunjungan Kerja di Pekalongan, Rabu (13/12). “Subsidi pupuknya akan saya tambah, karena suplai pupuknya juga ada. Berapanya nanti saya akan umumkan kalau saya su­dah ketemu Menteri Ke­uangan, sebentar semuanya itu dihitung kurangnya itu berapa saya akan minta untuk diselesaikan Menteri Keuangan,” kata Presiden.

Merespons hal ini, di tempat terpisah Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menja­wab bahwa perusahaan holding produsen pupuk tersebut siap memenuhi produksi dan distribusi pupuk seiring ada rencana pemerintah untuk menambah alokasi subsidi pupuk.

“Tentunya kami akan mendukung setiap langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan pupuk petani dan masa tanam yang sukses. Inisiatif ini akan kami jalankan se­penuh­nya dengan kolaborasi bersama pemerintah dan pihak-pihak terkait da­lam rantai pasok pupuk. Bagi kami, pemenuhan ini tidak hanya sekadar tugas, melainkan sebuah amanat mulia bagi ketahanan pangan Indonesia,” tutur Rahmad.

Presiden Joko Widodo telah menegaskan niatnya untuk menambah alokasi subsidi pupuk, sebuah langkah yang akan mendukung petani dan pertanian secara keseluruhan. Sebelumnya, pada tahun 2023, alokasi pupuk bersubsidi ditetapkan sebesar 6,05 juta ton, dengan rincian pupuk urea sebesar 3,7 juta ton dan NPK sebesar 2,34 juta ton.

Pupuk Indonesia memang merupakan produsen pupuk terbesar di APAC & MENA (Asia Pasifik, Ti­mur Tengah, dan Afrika Utara). Didukung dengan lima kawasan industri pupuk, termasuk di dalamnya 15 pabrik urea, 16 pabrik NPK, 3 pabrik ZA, dan fasilitas produksi pupuk lainnya, Pupuk Indonesia ber­ko­mit­men untuk memastikan pemenuhan pupuk nasional, dengan distribusi yang efisien dan adil bagi para petani.

“Saat ini, kami menunggu hasil perhitungan yang dilakukan pemerintah terkait besaran tambahan subsidi pupuk. Ketika nanti sudah final, kami akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” tutup Rahmad.  (jpc)