BERITA UTAMA

Debat Soal Penanganan Konflik Papua, Prabowo ‘Dikeroyok’ Ganjar dan Anies

0
×

Debat Soal Penanganan Konflik Papua, Prabowo ‘Dikeroyok’ Ganjar dan Anies

Sebarkan artikel ini
DEBAT— Suasana debat pertama capres Prabowo, Anies, dan Ganjar.

JAKARTA, METRO–Capres Prabowo Subianto ‘dikeroyok’ dua capres lain, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan soal masalah penanganan konflik di Papua. Prabowo mengatakan bahwa konflik di Papua meru­pa­kan masalah lama yang telah ada di Indonesia.

Terlebih lagi, konflik di Papua sarat dengan cam­pur tangan pihak asing. Namun demikian, kata Pra­bowo, untuk meredam aksi tero­risme dan gerakan sparatis, pihaknya me­negakkan hu­kum, diba­rengi dengan menggenjot pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Indonesia itu.

“Rencana saya tentu menegakkan hukum dan mempercepat pemba­ngu­nan ekonomi. Presiden Jo­kowi paling banyak ke Pa­pua, kalau tidak salah lebih dari 19 kali, dan telah meningkatkan pertumbu­han ekonomi dan lain-lain,” kata Prabowo dalam debat capres di KPU, Selasa (12/12).

Menanggapi hal itu, Ganjar menyarankan agar Prabowo untuk berdialog bersama dengan masya­rakat Papua. “Rasanya tidak cukup pak Prabowo, dialog lebih penting agar seluruh kelompok di sana butuh menyelesaikan itu. Pertanyaan saya simpel apakah setuju model dialoq seperti itu?” tanya Ganjar.

Prabowo tiba-tiba lang­sung merespons dengan ingin menjawab. Namun, moderator melarang kare­na ada waktu sendiri untuk menjawab.

Giliran, Anies menu­turkan bahwa masalah utama konflik di Papua bukan semata-mata soal kekerasan. Capres nomor 1 itu menyarankan agar persoalan di Papua disele­saikan secara tuntas me­lalui pendekatan persuasif.

“Masalahnya [bukan] dengan kekerasan, ada beda pandangan masalah utama tidak ada keadilan di tanah papua, jadi tujuan bukan semata-mata men­tia­dakan kekerasan, damai itu ada keadilan. Jadi cara­nya bagaimana? Atas se­mua peristiwa pelangga­ran HAM terjadi dilakukan penyelesaian dengan tun­tas,” ujar Anies.

Menanggapi keduanya, Prabowo menegaskan bah­wa dia setuju soal pen­de­katan melalui pende­katan persuasif. Dia juga merespons pernyataan Anies bahwa perma­sala­han di Papua tidak se­derhana, sebab ada be­berapa faktor ideologi hing­ga geopolitik.

“Jadi benar keadilan benar harus ada keadilan, tapi saya mau mengatakan tidak sesederhana itu pak Anies. Ada faktor lain pak Anies, ada faktor geopolitik, ada faktor ideologi, ini masalah tidak gampang, tetapi saya sependapat harus ada tegakan keadi­lan dan dialog. ini masalah bangsa, semua kekuatan ha­rus kita rangkul,” pung­kas Prabowo. (jpg)