PAYAKUMBUH/50 KOTA

Nagari Maek Baralek Gadang

0
×

Nagari Maek Baralek Gadang

Sebarkan artikel ini
BARALEK GADANG— Bupati Limapuluh Kota Syafrudin menghadiri acara Nagari Maek Baralek Gadang, dan Penobatan Rajo Nan Baduo, Sabtu (9/12).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Penobatan Rajo Nan Baduo (Adat dan Ibadat) mengawali prosesi Bara­lek Gadang di Nagari Ma­ek, Kecamatan Bukik Ba­risan. Ribuan warga se­jenak meninggalkan akti­vi­tas­nya untuk meme­riahkan acara Baratagak Pangulu yang dilaksa­na­kan pada Sabtu (9/12) di Balai Batu Jorong Koto Gadang dan Balai Adat Bungo Tanjuang.

Suka cita masyarakat Maek semakin lengkap tatkala, Pemerintah Pro­vinsi maupun Kabupaten turut memberikan atensi dengan kehadiran lang­sung Gubernur Mahyeldi dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Ban­daro Rajo dalam acara yang kental dengan bu­daya Minangkabau ter­sebut. Lebih spesial, alek tersebut juga dihadiri oleh Rajo Negeri Sembilan Malaysia, Tampuak Tangkai Rajo Alam Pagaruyuang, Rajo Ibadat Sumpur Kudus, Rajo Adat Buo, Inyiak Majo Lelo dan Rajo Pulau Punjuang.

Nagari yang berada di aliran Batang Maek dan tempat keberadaan situs peninggalan zaman Mega­litikum tersebut, akan me­no­batkan Rapinus sebagai Datuak Rajo Bandaro se­bagai Rajo Adat dan Ru­santo Datuak Rajo Dirajo sebagai Rajo Ibadat.

Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya me­ngatakan, memiliki gelar adat (penghulu) bukanlah hal yang mudah, karena banyak hal yang harus dijaga dan ditindaklanjuti serta harus memahami norma adat dan agama. Menjadi Datuak atau Peng­hulu artinya harus siap memikul tanggung jawab besar menjaga ke­ponakan, suku, bahkan masyarakat.

Oleh karena itu, Gu­bernur berharap momentum Penobatan Rajo Nan Baduo (Adat dan Ibadah) serta Batagak Maek Na­gari Pangulu dapat dimak­nai secara mendalam, untuk kembali memahami pentingnya peran seorang panghulu yang diberi ke­percayaan.

“Gelar yang diberikan masyarakat kepada se­orang Rajo dan Pangulu dengan sendirinya diang­kat kepangkatan dan se­lang­kah lebih maju, bukan keyakinan yang muncul dengan sendirinya, me­lainkan hadir karena ma­sya­rakat memang mem­punyai harapan,” sam­bung Gubernur Mahyeldi.

Dia juga meyakini pe­nafsiran yang kuat terhadap peran para Datuak atau Penghulu akan melahirkan kepemimpinan yang arif dan bijaksana di kota, serta menghadirkan masyarakat kota yang sa­ling mendukung dan percaya. “Muara dari semua itu, ketika Datuak atau Penghulu bisa memimpin dengan baik, maka kehidupan masyarakat kota akan menjadi lebih baik. Jadi, kemajuan negara juga akan semakin cepat, terutama dalam memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki,” tambah Gubernur.

Sementara itu, Bupati Safaruddin memberikan apresiasi kepada Niniak Mamak dan Wali Nagari atas suksesnya gelaran perayaan Baralek Gadang Nagari Maek. Kemudian ia menyampaikan selamat datang kepada raja-raja dari berbagai daerah yang telah datang ke Nagari Maek. Ia kembali mengi­ngatkan bahwa niniak mamak perlu kembali me­rangkul kemenakan untuk senantiasa berangkulan dalam membangun Nagari Maek. Terlebih di zaman digital ini, niniak mamak berperan besar untuk mengarahkan kemajuan generasi di kaumnya.

”Upaya memajukan anak kemenakan tersebut dapat terwujud jika setiap Pangulu memiliki kesadaran untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dan pengetahuan,” ung­kap Bupati Safaruddin.

Selain itu, Para “Datuak” tersebut hendaknya mampu mempertahankan kearifan lokal yang ada di Maek sehingga dengan invasi budaya luar yang terinfiltrasi adat budaya Minangkabau dapat diatasi. (uus)