PADANG, METRO–Calon Presiden Indonesia nomor urut 2 H Prabowo Subianto masih mendapatkan dukungan maksimal dari masyarakat Sumatra Barat (Sumbar). Hal itu terlihat saat Prabowo kembali mengunjungi Kabupaten Agam dan Kota Padang, Sabtu (10/12). Puluhan ribu orang menyambut dan meneriakkan ‘Prabowo Presiden’ saat Prabowo datang ke tempat mereka.
Bahkan, saat mengunjungi Kota Padang, puluhan ribu orang menunggu Prabowo di Pasar Raya. Prabowo yang datang didampingi Ketua DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade, Ketua DPD Demokrat Mulyadi dan lainnya, disambut pendukung dengan atribut lengkap dan bendera partai pengusung Prabowo-Gibran.
Dalam perjalanan dari Lanud Sutan Sjahrir Tabing ke Pasar Raya Padang, ribuan orang juga menanti Prabowo yang menang telak Pilpres di Sumbar 2014 dan 2019 ini di depan Basko Grand Mall, Air Tawar, yang sempat membuat macet. Prabowo bahkan turun dan menyalami ribuan pendukungnya yang datang dari berbagai daerah di Sumbar.
Saat sampai di Pasar Raya, Prabowo dan tim memberikan orasi. Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade memulai orasi di Jalan Pasar Raya Barat itu dengan teriakan “Prabowo Presiden!” Andre Rosiade menyebut, Prabowo akan menggelontorkan triliunan Rupiah ke Sumbar jika menjadi Presiden Indonesia 2024-2029.
“Pak Prabowo sangat dicintai oleh masyarakat Sumbar. Ini terbukti dengan ribuan orang yang menanti, termasuk di Pasar Raya Padang ini. Sumbar masih tetap mendukung pak Prabowo. Pak Prabowo akan membangun Fly Over Sitinjau Lauik, Pasar Raya Padang, sekolah unggul dan lainnya di Sumbar,” kata Andre yang mendampingi Prabowo sejak dari lereng Gunung Marapi.
Ketum Partai Demokrat AHY menyebutkan, dukungan kepada Prabowo terus mengalir deras untuk menjadi Presiden. “Kita semua akan berjuang agar Pak Prabowo terpilih jadi Presiden. Untuk memaksimalkan pembangunan dan ekonomi Indonesia. Semoga masyarakat Indonesia semakin baik kehidupannya,” kata putra sulung Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
AHY meminta semua pihak menenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran. “Semoga dengan dukungan semua, Prabowo-Gibran bisa terpilih. Terima kasih atas dukungan semua pihak di Kota Padang ini. Dukungan yang sangat luar biasa dari masyarakat Ranah Minang,” kata AHY.
Prabowo dalam orasinya menyampaikan terima kasih atas sambutan luar biasa di Padang dan Sumbar umumnya. “Terima masih atas sambutan yang luar biasa. Banyak yang sudah menunggu dari tadi. Terima kasih pak Ketum Demokrat AHY, Andre Rosiade, ketua Partai Gerindra Sumbar. Pak Mulyadi, Ketua Partai Demokrat Sumbar. Pak Eka Putra dan lainnya yang mendampingi,” katanya.
Prabowo juga meminta maaf kalau dia sempat membikin macet Kota Padang karena kedatangannya. “Saya selalu senang di Sumbar. Rakyat Sumbar selalu mendukung dan setia kepada saya. Terima kasih,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, rakyat Indonesia sebentar lagi akan melaksanakan tugas sebagai warga negara. Melaksanakan Pemilu baik legislatif dan Pilpres pada 14 Februari 2024. Tinggal menghitung hari. “Saudara akan menentukan nasib bangsa Indonesia. Pada hari itu, tidak ada jenderal tidak ada pejabat orang miskin dan kaya. Satu orang memiliki hak yang sama pada jam itu, menit itu dan detik itu. Jangan sia-siakan suara bapak ibu. Jangan sia-siakan hak kita sebagai warga. Jangan buang kekuasaan kita,” kata Prabowo.
Kunjungi
Korban Marapi
Sebelum ke Pasar Raya, Prabowo sempat mengunjungi lokasi penanganan erupsi Gunung Marapi di kawasan Batu Palano, Sungai Puar, Agam. Teriakan “Presiden” hingga “Pak Gemoy” dari massa, menyambut kehadiran Prabowo yang jjga Menteri Pertahanan RI tersebut. “Prabowo Presiden..Pak Gemoy. Mau foto..” teriak emak-emak yang memenuhi lapangan bola yang berada di kawasan lereng Marapi.
Prabowo mengunjungi lokasi ini untuk memastikan penanganan erupsi Marapi sudah berjalan sebagaimana mestinya. Selain bertemu dengan masyarakat, ia juga sempat berbincang dengan keluarga korban. Pada kesempatan itu Prabowo menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh korban, baik hang meninggal dunia maupun yang luka-luka,” kata Prabowo.
Selain menyampaikan rasa duka, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanganan korban. “Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah membantu penanganan seluruh korban, sehingga seluruh jenazah bisa dievakuasi. Saya sampaikan penghargaan yang tinggi atas kerjasaman yang erat semua instansi,” katanya lagi.
Pemimpin harus Turun
Pada kegiatan pertemuan dengan partai koalisi Indonesia maju (KIM) di Hotel Mercure Padang, Prabowo Subianto mengatakan pemimpin harus turun dan memberi gagasan ke rakyat. “Di negara demokrasi rakyat yang berdaulat, rakyat yang harus menentukan pemimpinnya dan para pemimpin harus turun ke rakyat, menyapa rakyat, harus memberi gagasan dan pandangannya ke rakyat,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Prabowo juga meminta agar tak selalu mengungkit masa lalu, namun harus menatap ke depan. “Seluruh masa lalu adalah pelajaran untuk masa kini. Kalau tanpa masa lalu, tidak ada hari ini. Namun, kalau mau berhasil, survive, bertahan, bangkit sebagai negara yang kuat, jangan selalu melihat ke belakang,” katanya.
Prabowo mengatakan, strategi transformasi bangsa dibangun di atas landasan yang kuat, di atas kenyataan dan fakta yang kuat, di atas karunia yang diberikan Allah SWT. “Indonesia diberikan kekayaan melimpah-limpah, tapi apakah kita pandai menjaga dan mengelola kekayaan tersebut,” katanya.
Melalui Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto yakin bisa menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia tersebut. “Kita mengerti bahwa banyak kemajuan, tidak ada pemimpin yang tidak berjuang untuk kemajuan, semua membuat, semua berbuat, semuanya. Karena itu sekarang kita punya landasan yang kuat, fondasi, bangun rumah saja harus ada fondasi kuat,” katanya.
Dalam berpolitik, berbangsa dan bernegara, katanya, jangan selalu mengungkit masa lalu. “Yang baik diambil, yang buruk ditinggalkan, hari ini kita berfikir, berencana berbuat agar lebih baik di hari esok. Kita hidup di sini, untuk anak-anak kita, cucu kita, untuk masa depan rakyat kita, bukan untuk gagah-gagahan, apalagi (selalu membanggakan) masa lalu,” katanya.
Indonesia, katanya, ingin menjadi negara maju dan tidak hanya menjadi negara UMR serta menjadi negara yang rakyatnya sulit dapat pekerjaan. “Kami bertekad dengan strategi transformasi bangsa ini, berjuang untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” katanya. (*)






