METRO PADANG

24 Tahun DWP Kota Padang, Terus Beri Sumbangsih Nyata Wujudkan Program Pemko

0
×

24 Tahun DWP Kota Padang, Terus Beri Sumbangsih Nyata Wujudkan Program Pemko

Sebarkan artikel ini

THAMRIN, METRO–Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 di ZHM Grand Zuri Hotel, Jumat, (8/12). Ketua DWP Kota Padang, Ny. Vanny Andree Algamar, mengatakan bahwa DWP sudah banyak berbuat untuk mendukung program Pemerintah Kota demi kemajuan Kota Padang.

Menurutnya, 24 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi sebuah organisasi, dalam membantu kelancaran program pemerintah.

“Usia 24 tahun adalah usia yang tidak lagi belia, jika kita konversikan ke usia usia manusia, usia yang sangat matang. Kita berharap Dharma Wanita bisa terus memberikan sumbangsihnya nyata dalam mewujudkan program Pemerintah,” ungkap Vanny.

Dia juga mengatakan, satu tahun belakangan merupakan suatu jalan yang tidak mudah, tetapi Dharma Wanita tetap optimis untuk mampu untuk terus berkomitmen dan tetap konsisten mendukung dan memberikan yang terbaik.

Baca Juga  Orang Tua Pelaku Tawuran Bisa Dimintai Pertanggungjawaban!, Suharizal: Dapat Dijerat Pasal 170 dan 358 KUHP

Dia menyebut, tahun ini program unggulan Dharma Wanita adalah pelatihan Table manner yang sudah dimulai pada bulan Agustus lalu.

“Alasan dari program ini adalah agar tahu dan paham tentang etika saat makan, karena berdasarkan keilmuan medis saluran nafas dan saluran makan itu berdampingan, saat kita makan maka katup tersebut terbuka dan meneruskan udara ke paru-paru,” ungkap istri Sekda Andree Algamar ini.

Sementara, lanjutnya, jika dalam kondisi makan, maka katup tersebut akan tertutup, dan lewat ke saluran pencernaan. “Jadi dari segi kedokteran sangat penting etika makan, kalau tidak katupnya tadi bingung, apakah mau membuka atau saatnya untuk menutup,” ulasnya.

Baca Juga  Vhannya Putri Harimahesa, Lahir di Tahun Kabisat

Dari segi sosial budaya juga tidak bagus ketika harus makan sambil ngobrol. Menurutnya lagi, seorang ibu harus mampu menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya.

“Bekerja atau tidak bekerja itu adalah pilihan, tapi yang terpenting menjadi seorang ibu harus ada ilmunya, oleh karena itu kami ingin membekali ibu-ibu dengan ilmu etika makan yang sesuai dengan kedokteran serta sosial budaya yang berlaku,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Asistensi I Pemko Padang, Edi Hasymi, Asistensi II Didi Aryadi, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Pa­dang beserta istri. (brm)