SIJUNJUNG, METRO–Pemkab Sijunjung melalui Inspektorat Daerah bersama BPKP Perwakilan Sumbar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko dan Penyusunan Register Risiko pada Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang dilaksanakan di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung, Selasa (5/12.
Kegiatan tersebut diawali laporan Inspektur Daerah, Wandri Fahrizal, dan dibuka oleh Pj Sekdakab Sijunjung, Drs. Endi Nazir serta dihadiri Kepala Bapppeda Sijunjung, Dra. Yuni Elviza,MT.
Peserta Bimtek merupakan seluruh OPD terkait dilingkungan Pemkab Sijunjung, yang pada saat bersamaan akan menyusun RPJMD dan Renstra daerah.
Pj Sekda Sijunjung, Endi Nazir mengatakan bahwa, setiap organisasi tidak terlepas dari risiko dalam menjalankan dan mengelola roda organisasinya, termasuk dengan institusi pemerintahan. “Berbagai jenis risiko akan dihadapi. Tidak ada instansi yang luput dari itu, sehingga perlu dikelola dan dimitigasi dengan baik sebelum terjadi,” tuturnya.
Melalui kegiatan itu diharapkan jajaran OPD di Sijunjung dapat menyusun dan mengelola risiko-risiko yang akan terjadi dalam menjalankan tata kelola pemerintahan, baik itu penggunaan anggaran secara akuntabel dan tetap mengacu pada visi misi dan program-program yang telah ditetapkan.
“Manajemen resiko bertujuan untuk mengelola dan mendukung pencapaian tujuan pemerintah daerah, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko serta memantau aktifitas risiko itu sendiri,” terangnya.
Penyelenggaraan SPIP terintegrasi merupakan salah satu indikator dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif, efisien dan responsif berbasis reformasi birokrasi sebagaimana yang termuat dalam dokumen RPJMD Pemkab Sijunjung tahun 2021-2026.
“Saya menghimbau pada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab agar bisa menerbitkan dokumen manajemen risiko, karena dokumen perencanaan perangkat daerah dinyatakan lengkap apabila ada dokumen manajemen risikonya,” jelas Endi Nazir.
Selain itu, Pemkab Sijunjung berharap pada BPKP untuk selalu memberikan dukungan dan bimbingan kepada Pemkab Sijunjung. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan SPIP terintegrasi menuju Level 3 terdefinisi,” tambah Endi Nazir. (ndo)






