AGAM/BUKITTINGGI

Ungkap Duka Mendalam, Andri Warman Kunjungi Posko Bencana Erupsi Gunung Marapi

0
×

Ungkap Duka Mendalam, Andri Warman Kunjungi Posko Bencana Erupsi Gunung Marapi

Sebarkan artikel ini
DATANGI LOKASI— Bupati Agam Andri Warman mendatangi lokasi evakuasi dan Pos Komando Penyelamat para pendaki bencana erupsi Gunung Marapi di Kantor Walinagari Batu Palano, Senin (4/12) menjelang dini hari Selasa, (5/12).

AGAM, METRO–Bupati Agam Andri Warman, ungkap duka mendalam menyusul dampak bencana Erupsi Gunung Api Marapi, Minggu, (3/12) kemarin.

Ungkapan duka itu disampaikan pada seluruh keluarga pendaki Gunung Marapi yang terjebak erupsi baik yang dinyatakan meninggal, yang berada dalam perawatan rumah sakit dan para pendaki yang berhasil selamat.

Bahkan, secara khusus Dr Andri Warman mendatangi lokasi evakuasi dan Pos Komando Penyelamat para pendaki bencana erupsi Gunung Marapi di Kantor Walinagari Batu Palano, Senin (4/12) menjelang dini hari Selasa, (5/12).

Dalam kunjungannya Bupati Agam, mendatangi berbagai lokasi diantaranya tempat pencarian dan pelaporan, posko kesehatan, posko PMI, dapur umum dan lainnya.

Bupati Agam itu juga berdialog dengan salah seorang keluarga pendaki yang masih belum ditemukan Jumrizal yang anaknya masuk dalam daftar pendaki yang masih belum ditemukan bernama Frengki Candra Kusuma (23).

Dalam dialog tersebut, Jumrizal menjelaskan Frengki merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang berasal dari Kabupaten Solok Selatan, “ kami masih menunggu kabar kondisi anak kami pak, “ ujarnya dengan cemas pada Dr. Andri Warman .

Mendengar kecemasan keluarga tersebut, Bupati Agam meminta kepada tim gabungan BPBD Agam agar meningkatkan segala upaya dan usaha untuk menemukan para pendaki yang masih belum ditemukan.

Selain membantu menguatkan keluarga itu, Bupati Agam juga turut berdoa agar para pendaki yang tersisa bisa kembali pulang dengan selamat.

“Kita doakan, semoga para pendaki yang masih belum ditemukan dapat pulang kepada keluarga dalam keadaan sehat,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito, menyampaikan, untuk penanganan pasca bencana erupsi Gunung Marapi dibangun 2 posko penyelamat yakni Posko Batu Palano dan Koto Baru.

Dijelaskan, masing-masing posko terdata jumlah pendaki masing-masing di Posko Batu Palano sebanyak 54 orang dan Koto Baru 21 dengan total pendaki yaitu 75 orang.

“Posko Batu Palano dari 54 pendaki 28 orang ditemukan dalam keadaan selamat, 3 menderita luka -luka dan dirawat di RSAM Bukittinggi, sementara 23 orang ditemukan,” jelasnya.

Bambang Warsito menambahkan dalam penanganan bencana erupsi Gunung Api Marapi BPBD Agam menurunkan 16 orang personil, dibantu tim gabungan Basarnas, PMI, KSB, BPBD Bukittinggi, personil TNI-Polri, bersama masyarakat.

Saat ini proses pencarian terhadap para pendaki yang belum berhasil ditemukan masih terus dilakukan, termasuk evakuasi para korban yang meninggal. (pry)