BERITA UTAMA

Korban Erupsi Gunung Marapi Bertambah, 23 Pendaki Tewas, 20 Jenazah sudah Dievakuasi ke Rumah Sakit

0
×

Korban Erupsi Gunung Marapi Bertambah, 23 Pendaki Tewas, 20 Jenazah sudah Dievakuasi ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang tewas akibat erupsi Gunung Marapi.

AGAM, METRO–Jumlah pendaki yang tewas akibat meletusnya Gunung Marapi  di wilayah Kabupaten Agam dan Tanahdatar, terus bertambah. Hingga Selasa malam (5/12), 23 orang pendaki dipastikan meninggal dunia dan 20 di antaranya sudah berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Kapolda Sumatra Ba­rat, Irjen Pol Suharyono, mengatakan bahwa total korban terdampak akibat erupsi Gunung Marapi ini terdata sebanyak 75 orang dengan rincian sebanyak 52 orang berhasil selamat, meskipun ada yang me­ngalami luka ringan, luka berat dan lain sebagainya.

“Hingga malam ini (ke­marin-red), sebanyak 23 orang pendaki ditemukan meninggal dunia.  Sudah berhasil dievakuasi seba­nyak 20 orang. Sehingga saat ini diperkirakan masih ada sebanyak tiga orang tertinggal di atas Gunung Marapi,” jelas Irjen Pol Suharyono saat diwa­wan­carai wartawan.

Dikatakannya, jika tiga orang korban lainnya su­dah berhasil ditemukan, maka sudah lengkap se­banyak 75 orang. Namun, dirinya menyebutkan be­lum dapat memastikan 75 orang tersebut apakah sudah semuanya. Pasal­nya, dirinya masih me­nunggu apakah masih ada pihak keluarga yang masih kehilangan anggota ke­luarganya.

“Sedangkan korban yang sudah dibawa ke RS­UD dr Achmad Mochtar Bukittinggi belum se­mu­anya terdeteksi. Belum tentu korban meninggal yang sudah dievakuasi ada identitasnya. Bisa saja nan­ti ada identitasnya Mr X. Oleh karena itu petugas yang ada di Pos DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar untuk meng­identifikasinya,” katanya.

Polda Sumbar, kata Ir­jen Pol Suharyono, selan­jutnya akan menyinkron­kan data laporan yang ada. Hal itu dikarenakan data laporan awal ada 75 pen­daki yang resmi. Pihaknya hanya mempunyai prediksi kemungkinan datanya le­bih dari itu lantaran pihak­nya sedang menyinkron­kan an­tara pelapor yang malam ini ada 30 orang tua.

“Kami akan memeriksa ulang apakah ada duplikasi data atau memang hanya 75 orang korban yang ter­data. Itu untuk memasti­kan data ini untuk mencari tahu apakah ada pendaki yang mencuri-curi untuk dapat naik ke Gunung Ma­rapi,” ujarnya lagi.

Irjen Pol Suharyono memastikan semuanya korban sudah terdeteksi dan diketahui keberadaan­nya oleh tim dari Basarnas, TNI Polri, BPBD dan rela­wan. Ia merinci, ada 32 tim yang melakukan pencarian dan evakuasi di puncak gunung, yang jumlahnya mencapai 300 personel.

Baca Juga  Peran, Tujuan, dan Logistics

“Ada 32 tim yang be­kerja sama, bahu mem­bahu membantu proses evakuasi. Jumlahnya men­capai 300 orang,” katanya lagi.

Sementara, Kepala Kan­tor SAR Kelas A Pa­dang Abdul Malik mengata­kan, hingga Selasa (5/12) pukul 20.00, sebanyak 20 orang korban dipastikan meninggal. Lima jenazah telah dievakuasi pada Se­nin (4/12) kemarin dan su­dah teridentifikasi. Semen­tara itu, sebanyak 15 jena­zah lain yang dievakuasi pada pencarian hari ketiga sedang dalam proses iden­tifikasi.

“Jadi, totalnya 20 orang dipastikan meninggal dan sudah dievakuasi. Tiga orang lagi yang kondisi me­ninggal masih dalam pro­ses evakuasi dari atas. Se­moga selesai hari ini,” kata Malik, Selasa malam, di Agam.

Dengan tambahan data tersebut, sebanyak 72 orang dari 75 orang pendaki telah dievakuasi. Sebanyak 52 orang ditemukan sela­mat meskipun beberapa di antaranya mengalami lu­ka-luka. Menurut Malik, tim SAR gabungan masih me­nunggu hasil identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar di RSUD dr Ach­mad Mochtar, Bukittinggi.

“Data itu akan dico­cokkan dengan data pen­daki yang tercatat di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar se­bagai pengelola Taman Wisata Alam Gunung Ma­rapi,” jelasnya.

Dikatakan Abdul Malik, tantangan evakuasi pada hari ketiga adalah Gunung Marapi masih mengalami lima kali erupsi sejak pagi. Bahkan, abu vulkanik turun sampai kaki bukit, sehingga membuat jarak pandang tim evakuasi terganggu.

“Namun, siang kondisi cukup cerah, sehingga me­mungkinkan untuk menge­vakuasi para korban me­ninggal dari atas gunung. Pencarian dilaksanakan dengan luas area penca­rian radius 800 meter dari jalur pendakian Gunung Marapi, dengan koordinat area pencarian kurang lebih 5,3 kilometer per­segi,” ujarnya.

Personel yang berga­bung dalam tim gabungan yakni berjumlah kurang lebih 300 orang yang terdiri dari unsur BPBD Provinsi Sumatra Barat, BPBD Kabu­paten Agam, BPBD Kabu­paten Tanahdatar, BPBD Kabupaten Padangparia­man, BPBD Kota Padang­panjang, BPBD Kota Bukit­tinggi, BPBD Kabupaten Li­mapuluh Kota, BPBD Ko­ta Sawahlunto, Basarnas, TNI/Polri, PMI, Tagana, relawan masyarakat, dan mahasis­wa penggiat alam atau ma­pala di Sumatra Barat.

Baca Juga  Menantu Nanam Ganja di Rumah Mertua

5 Pendaki Meninggal Teridentifikasi

Jenazah para pendaki yang meninggal akibat erupsi Gunung Marapi te­lah dievakuasi Basarnas. Ada lima jenazah korban yang sudah bisa terid­enti­fikasi oleh tim Disater Victim Identifiication (DVI) Polda Sumbar.

“Kita sudah menerima dan mengidentifikasi lima jenazah. Sesuai dengan laporan dari Basarnas, kan ada 11 yang meninggal. Jadi, kita masih menunggu enam lainnya,” kata Kabid Dokkes Polda Sumbar, Kom­bes Lisda Cancer di RSAM Bukittinggi,  Selasa (5/12).

Proses DVI dipusatkan di rumah sakit tersebut. Menurut Kombes Pol Lisda, lima jenazah tersebut se­telah teridentifikasi dise­rah­kan kepada keluarga masing-masing. Lima jena­zah yang berhasil diiden­tifikasi tersebut adalah empat laki-laki dan satu orang perempuan.

“Kelima korban yang berhasil teridentifikasi yai­tu Muhammad Adan (21)  mahasiswa UIR Riau, Na­zatra Adzin Mufadhal (22) mahasiswa UIR Riau,  Mu­hammad Teguh Amanda (19) mahasiswa PDP Pa­dang, Muhammad Al Fikri (19) asal Padang, dan Nur­va Afitri (27)  asal Paria­man,” jelasnya.

Kapolda Sumbar Ungkap 2 Angotanya

jadi Korban

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono meng­ung­kapkan terdapat dua ang­gotanya menjadi korban erupsi Gunung Marapi. Dua personel itu berdinas di satuan Ditsamapta.

“Dari total 75 pendaki ini, dua di antaranya ang­gota kami yang berdinas di Direktorat Sabhara. Dua anggota Polda Sumbar kor­ban erupsi di antaranya Bripda Rexy Wendesta, namun mengalami patah tangan. Selanjutnya, Brip­da Muhammad Iqbal,” kata Suharyono, Selasa (5/12).

Namun, Irjen Pol Su­haryono belum bisa me­mas­tikan untuk kondisi Bripda Muhammad Iqbal, apakah selamat atau ma­suk dalam daftar pendaki yang dinya­takan mening­gal dunia.

“Satu lagi diduga me­ninggal dunia. Kami turut prihatin. Kami menduga masuk dari yang mening­gal dunia. Nanti perkem­bangan DVI,” ungkapnya.

Irjen Pol Suharyono menjelaskan kedua perso­nelnya melakukan pen­dakian Gunung Marapi saat lepas dinas.

“Polisi kan bagian dari masyarakat. Mereka juga ingin berkreasi di luar di­nas,” imbuhnya. (pry/ant)