BERITA UTAMA

Hasil Survei Elektabilitas Capres, Menakar Kans Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

0
×

Hasil Survei Elektabilitas Capres, Menakar Kans Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Sebarkan artikel ini
PASANGAN— Capres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

JAKARTA, METRO–Elektabilitas pasangan calon capres-cawapres Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka masih mengungguli para pesaingnya berdasarkan hasil beberapa survei terkini. Bahkan, hasil beberapa survei mengin­dikasikan Prabowo-Gibran memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran alias mampu meraup lebih dari 50 persen suara.

Relawan ProGib Nusan­tara (PGN) optimistis pas­lon pilihannya bakal me­nang satu putaran lewat dukungan pemilih dengan segmentasi mayoritas. Seg­men pemilih pemula, kaum pekerja, pra-kerja, generasi milenial, hingga generasi Z, adalah sasaran utama para relawan dan tim kampanye.

Namun, Pengamat po­litik Emrus Sihombing me­nyatakan tidak mungkin Pilpres 2024 berlangsung satu putaran seperti diya­kini sejumlah pihak. Emrus mengatakan untuk bisa berlangsung satu putaran salah satu pasangan harus memenangi suara 50 per­sen plus satu.

“Secara rasional saya pikir sulit untuk satu puta­ran karena tiga pasangan calon untuk mencapai sua­ra 50 persen plus satu sangat su­lit,” kata Emrus saat dihu­bungi di Jakarta, Senin (13/11).

Y-Publica

Hasil survei terbaru Y-Publica menunjukkan Pra­bo­wo-Gibran berpotensi menang satu putaran di Pilpres 2024 dengan pero­lehan 50,2 persen. “Pasa­ngan Prabowo-Gibran ba­kal memenangi Pilpres 2024 yang kemungkinan akan berlangsung hanya dalam satu putaran,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono.

Rudi menilai, terjadi lonjakan signifikan pada elektabilitas Prabowo keti­ka dipasangkan dengan putra sulung Presiden Joko­wi yang masih menjabat walikota Solo tersebut. Pada survei Agustus de­ngan simulasi banyak na­ma, elektabilitas Prabowo masih berkisar 30 persen.

Setelah keluarnya putu­san Mahkamah Konstitusi yang membolehkan kepala daerah berusia kurang dari 40 tahun untuk maju pada Pilpres, Gibran pun me­leng­gang maju dan men­dong­krak elektabilitas pa­sangan nomor urut dua tersebut.

“Masuknya Gibran ke dalam gelanggang Pilpres makin memberikan doro­ngan kuat bagi Prabowo, sebagai bentuk dukungan kuat Jokowi kepada mantan rival dua kali Pilpres yang kini menjadi sekutu kuat dalam pemerintahan,” ujar Rudi.

Baca Juga  Transaksi Ganja Bermuara ke Penjara

Adapun, Survei Y-Publica dilakukan pada 15-22 November 2023 kepada 1200 responden mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Data diambil melalui wawancara tatap muka ter­hadap responden yang dipi­lih secara multistage random sampling. Margin of error ±2,89 persen, ting­kat kepercayaan 95 persen.

Indikator Politik

Direktur Eksekutif Indi­kator Politik Indonesia Bur­hanuddin Muhtadi mene­gaskan agar masyarakat jangan terburu-buru me­ngambil kesimpulan dari berbagai hasil survei elek­tabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), kare­na masih terdapat waktu sekitar 2.5 bulan untuk me­la­kukan kampanye sebe­lum proses pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

Dikatakan, bahwa sam­pai saat ini belum ada satu pun lembaga survei yang memberikan analisis akan terjadinya Pilpres 2024 satu putaran. Selain itu, apa yang dipaparkan hasil sur­vei saat ini tidak dapat menjadi acuan pasti terkait apa yang akan terjadi pada 2024 mendatang.

“Toh survei akan ber­lang­sung terus menerus untuk mengecek pergera­kan suara. Siapa yang me­ngira termasuk saya, saya sendiri tidak mengira sete­lah pendaftaran Prabowo-Gib­ran, ternyata suara Pak Pra­bowo malah naik,” ujarnya.

Dia menyebut, bahwa potensi suara pendukung pasangan capres-ca­wap­res Ganjar Pranowo-Mah­fud MD dan Prabowo Su­bianto-Gibran Rakabuming Raka bagaikan bejana ber­hu­bu­ngan yang saling terkait.

“Kalau pola seperti ini berlanjut, basis pola pe­milih Jokowi di Ganjar pin­dah ke Pak Prabowo se­mentara pemilih Anies te­tap atau naik secara landai, maka suara antara Ganjar dan Pak Prabowo seperti bejana berhu­bungan,” ka­tanya.

Berdasarkan survei, Bur­hanuddin mengatakan ketika suara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mening­kat, maka yang biasanya menjadi korban adalah suara dari pasangan Gan­jar Pranowo-Mahfud MD.

Hal tersebut, kata dia, ditandai dengan hasil sur­vei yang dikeluarkan oleh Polling Institute yang men­catat adanya penurunan suara pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dari 36 persen ke 24 persen.

Baca Juga  Kaka Selamatkan Garuda Muda

Sementara, Anies minimal tetap suaranya dan kalau tidak ada satu pun calon yang mendapatkan 50 persen plus satu, ke­mung­kinan besar yang ma­suk ke putaran dua adalah Pra­bowo versus Anies.

“Prabowo juga belum tentu aman, karena suara­nya belum mencapai 50 persen. Artinya satu puta­ran meskipun mungkin, tetapi per hari ini masih belum terjadi,” ucap Bur­hanuddin.

SPIN

Direktur Eksekutuf Lem­baga survei Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara menyatakan, elektabilitas Prabowo Su­bianto semakin moncer didampingi Gibran Raka­buming Raka.

“Kontribusi Gibran ter­hadap Prabowo sebesar 2,7 persen, terbesar bila di­ban­dingkan dua cawapres pasangan calon lainnya. Mahfud untuk sementara hanya memberikan kontri­busi 0,4 persen dan Muhai­min berkontribusi sebesar 0,2 persen,” katanya.

Berdasarkan hari sur­vei periode 1 – 10 November 2023, dengan meli­bat­kan 2.178 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Meto­dologi yang digunakan ada­­lah multistage random sampling dengan margin of error (MoE) sebesar 2,1 persen dengan tingkat ke­percayaan 95 persen.

Dia menjelaskan Gib­ran memiliki dampak yang lebih tinggi untuk men­dongkrak capresnya sebe­sar 2,7 persen, sehingga elektabilitas Prabowo-Gib­ran saat ini mencapai 43 persen. Sementara, Mah­fud MD menambah kekua­tan elektabilitas Ganjar sebesar 0,4 persen, sehing­ga elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud saat ini mencapai 26,1 persen.

Kemudian Muhaimin Iskandar menyumbang tingkat elektabilitas 0,2 persen untuk Anies Baswe­dan, sehingga pasangan Anies-Muhaimin saat ini sebesar 22,7 persen.

Igor juga mewanti-wan­ti bahwa suara pemilih Jokowi saat Pilpres 2019, masih cenderung akan me­ngarah ke Prabowo-Gib­ran. Sebab, keberadaan Gibran di Koalisi Indonesia Maju bersama Prabowo akan direpresentasikan sebagai sosok Jokowi. (*)