Pakai Helikopter
Abdul menjelaskan proses evakuasi tidak bisa dikakukan mengunakan helikopter. Hal ini juga tudak terlepas kondisi Gunung Marapi yang terus erupsi.
“Karena masih erupsi takut baling-baling kena abu. Ini menambah resiko. Sudah ada pengalaman, tidak hanya halikopter, drone tidak bisa diterbangkan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, proses pencarian terhadap 12 pendaki lainya difokuskan di area cadas. Sebanyak 140 personel gabungan dikerahkan.
“Proses pencarian di area cadas. Karena rata-rata kamping adik-adik kita ini itu tempat favorit. Kita doakan bisa selamat,” pungkasnya.
Korban Alami Luka Bakar 24 Persen
Enam pendaki yang selamat dari erupsi Gunung Marapi mendapat penangan medis di RSUD Padangpanjang. Para korban mayoritas mengalami luka bakar dan patah tulang.
Direktur RSUD Padang Panjang, dr Lismawati menyebutkan, tim medis telah melakukan sejumlah tindakan dalam penanganan medis terhadap korban.
“Tindakan yang dilakukan pertama observasi terlebih dahulu dan yang mengalami luka bakar dilakukan perawatan inap,” kata Lismawati, Senin (4/12).
Beberapa korban, lanjut Lismawati, telah dilakukan operasi. Untuk korban diketahui mengalami luka bakar 24 persen. (pry)
“Yang mengalami luka bakar kami abdomen dan yang mengalami patah tulang kita operasi sama bedah tulang. Rata-rata korban mengalami luka bakar 24 persen. Kebanyak di muka, tangan dan kaki,” ujarnya.
Terguling-guling saat Erupsi
Sementara itu, seorang orang tua pendaki yang dirawat, Zainuddin, membeberkan detik-detik anaknya selamat saat erupsi terjadi. Anaknya tersebut bernama Widia, mengalami luka bakar di wajah, tangan hingga kaki.
Dari cerita anaknya, Zainuddin mengatakan, saat erupsi terjadi Widia berada di puncak Gunung Marapi. Erupsi kemudian terjadi, abu vulkani hingga batu bertebangan di area kamping pendaki.
“Jadi mereka sedang di puncak, berhamburan semua. Di puncak ramai pendaki. Berserakan semua. Anak saya ngsot, berguling-guling (ke bawah) sampai dia ketemu sama pendaki lain,” kata Zainuddin.
Ia masih bersyukur, anaknya selamat dari bencana erupsi. Widia selanjutnya dievakuasi tim gabungan dengan cara digendong. “Dievakuasi tim, digendong gantian-gantian oleh tim,” imbuhnya. (pry/rmd)












