BERITA UTAMA

Ketinggian Air 1 Meter lebih, 181 Orang Diungsikan

0
×

Ketinggian Air 1 Meter lebih, 181 Orang Diungsikan

Sebarkan artikel ini
BANJIR— Empat kecamatan di Kabupaten Pasaman diterjang banjir.

 

PASAMAN, METRO–Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman, dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Batang Panapa dan Sungai Batang Pigariang meluap. Setidaknya ada enam rumah warga rusak dan 167 lainnya di empat kecamatan terendam banjir.

Meluapnya dua sungai yang membelah Kabupaten Pasaman dimulai sejak Sabtu (2/12) pukul 20.30 WIB. Air yang bercampur material lumpur menggenangi permukiman warga di Lubuk Sikaping dengan ketinggian mencapai satu meter.

Bahkan, kondisi jalan utama dekat Pasar Lubuk Sikaping tidak bisa dilewati karena air cukup tinggi hingga Minggu (3/12) pukul 02.00 WIB. Tidak hanya merendam rumah, beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat juga ikut terendam.

Kepala Pelaksana (Kalak­sa) BPBD Pasaman, Alim Bazar mengatakan, air di lokasi saat ini sudah surut dan pihaknya bersama warga sudah berada di lapangan untuk membersihkan material yang dibawa banjir.

“Empat kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Mepat Tunggu Selatan yang merusak beberapa rumah warga, ketersedian air bersih serta lonsor. Kemudian Kecamatan Panti, Kecamatan Dua Koto yang merusak akses jalan serta Kecamatan Lubuk Sikaping,” katanya, Minggu (3/12).

Alim menuturkan, banjir yang paling parah itu terjadi di Nagari Tanjung Berigin dan Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, air sungai meluap hingga tadi malam ketinggian air mencapai 50-100 cm. Lubuk Sikaping ini adalah daerah yang paling parah.

“Saat ini di Lubuk Sikaping akses lalu lintas masih terganggu karena air ma­sih meluap ke jalan. Alat berat saat ini sedang bekerja untuk membersihkan material banjir. Dari 4 kecamatan ini perkiran kita sementara ada sekitar 173 rumah warga yang terdampak. Yang rusak ada enam rumah. Selain itu, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat juga terendam,” ujarnya.

Dijelaskan Alim, seti­daknya ada 32 keluarga yang terdiri atas 181 jiwa yang terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, karena jumlahnya terus bertambah,” katanya.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa, dan warga yang rumahnya terendam banjir juga sudah diungsikan dengan perahu karet tadi malam. Lebih kurang ada 30 orang yang kita ungsikan malam tadi dengan perahu karet ke tempat yang lebih tinggi,” sebutnya. (mir)