BERITA UTAMA

Pemilik Kebun Temukan Granat Aktif saat Mencangkul

0
×

Pemilik Kebun Temukan Granat Aktif saat Mencangkul

Sebarkan artikel ini
PENEMUAN GRANAT— Polisi mendatangi lokasi penemuan granat aktif di kebun warga di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Granat itu selanjutnya diledakkan Tim Jibom Brimob.

PADANG, METRO–Warga Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Ko­ta Padang, digegerkan dengan penemuan granat aktif jenis nanas di areal kebun, Jumat (1/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga, senjata peledak itu merupakan peninggalan zaman perang puluhan tahun silam.

Penemuan tersebut di­benarkan oleh Kapolsek Nanggalo, Iptu AA Regy. Dijelaskannya, penemuan granat tersebut bermula ketika salah seorang ma­syarakat sedang bekerja membersihkan kebun miliknya dengan cara mencangkul.

“Namun ketika itu, saksi malah melihat ada sebuah benda yang mencurigakan. Setelah menyadari bahwasanya benda tersebut merupakan gra­nat berjenis nanas,  masya­rakat langsung melaporkan temuan tersebut kepada personel Bhabinkamtibmas setempat,” ungkapnya.

Ditambahkan Iptu Re­gy, berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan kepada Bhabinkamtibmas tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk memasang garis polisi agar tidak didekati warga. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satbrimob Polda Sumbar untuk mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibon) ke lokasi.

“Tim Jibom Brimob Polda Sumbar langsung me­lakukan evakuasi dari lokasi. Untuk keamanan, gra­nat itu selanjutnya diledakkan oleh Tim Jibom,” ujarnya.

Pascapenemuan tersebut, Iptu Reggy berharap jika ditemukan proyektil lainnya di sekitar lokasi tersebut untuk segera berkordinasi dengan kepolisian demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita mengimbau agar masyarakat menyampaikan penemuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti dan diamankan pe­tugas,” katanya.

Sementara, Babinkamtibmas Kelurahan Gurun Laweh, Windrizal, mengatakan bahwa penemuan granat nanas tersebut pa­da kedalaman tanah yang hanya 15-20 Cm.

“Awalnya masyarakat tersebut menggali tanah di kebunnya tersebut untuk bercocok tanam, namun pada kedalaman 15-20 cm ditemukan sebuah benda yang ternyata adalah gra­nat nanas tersebut,” jelasnya. (brm)