SIJUNJUNG, METRO–Menanggapi keluhan masyarakat terkait permintaan pembangunan jembatan di Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Bupati Sijunjung Benny Dwifa langsung mengakomodir aspirasi tersebut dengan rencana pembangunan jembatan semi permanen.
Melalui PJ Sekda Endi Nazir serta Kepala Dinas PUPR Syahriwan dan Kepala BPDB Sijunjung, Henry Chaniago, jembatan di Nagari Padang Laweh Selatan yang merupakan akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian itu ditargetkan rampung akhir tahun ini.
“Sebelumnya sejumlah tokoh dan masyarakat setempat menyampaikan aspirasi kepada bupati agar pembangunan jembatan bisa dilakukan. Hal itu mengingat akses utama untuk mengangkut hasil pertanian serta juga terdapat sebanyak 11 kepala keluarga yang terdampak di sana,” tutur Endi Nazir melalui Kadis PUPR, Syahriwan.
Dijelaskannya, jembatan tersebut dulunya dibangun dengan swadaya masyarakat menggunakan kayu. “Namun, dalam beberapa waktu terakhir jembatan itu ambruk karena diterjang arus sungai. Kondisi itu mengakibatkan jalan terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan. Masyarakat harus turun ke sungai untuk bisa melewatinya,” ungkap Kadis PUPR Sijunjung.
Merespon keluhan masyarakat, PJ Sekda Sijunjung yang didampingi Kepala BPBD, Kadis PUPR, Camat, Walinagari dan tokoh masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan.
“Dengan kordinasi bersama BPBD, rencana kita akan bangun jembatan semi permanen sepanjang 10 meter dan lebar 2 meter. Ditargetkan selesai jelang akhir tahun ini, karena memang sangat dibutuhkan masyarakat setempat,” terangnya, Kamis (30/11).
Pembangunan akan dikerjakan menggunakan anggaran tidak terduga oleh Pemkab Sijunjung. “Jadi, kita dinas PU hanya pelaksana saja. Anggaran dari BKAD, administrasi dari BPBD dan dinas PUPR yang mengeksekusi. Pagu anggaran berkisar Rp250 juta,” ungkap Syahriwan.
Jembatan yang akan dibangun diperuntukkan khusus untuk kendaraan roda dua yang merupakan jalan usaha tani. “Dengan adanya jembatan ini diharapkan petani bisa mengangkut hasil pertanian maupun hasil kebunnya. Begitu juga sejumlah warga yang tinggal diseberang sungai kembali memiliki akses,” sebutnya. (ndo)





