METRO BISNIS

Cabai Aceh makin Digemari

0
×

Cabai Aceh makin Digemari

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Komoditi cabai asal Aceh kian digemari warga Padang. Selain karena lebih segar, ukuran biji dan rasapun sesuai dengan lidah orang minang.
Pantauan koran ini kemarin, hampir semua lapak di blok II yang menjadi pusat penjualan cabai di Pasarraya menjajakan cabai asal Aceh. Produk ini pun diserbu ibu ibu yang berbelanja di pasar.
”Sekarang trendnya cabai Aceh. Selain lebih segar, rasanya juga lebih gurih dan disukai lidah orang minang,” sebut Amran Tono, salah seorang agen cabai di Pasarraya Padang, kemarin.
Ia mengatakan keberadaan cabai asal Aceh ini mulai mengalahkan pamor cabai asal Jawa. Selain rasanya yang tidak pedas, cabai ini juga murah. Kemarin hanya dibandrol dengan harga Rp18 ribu sekilonya. Harga ini menyamai harga cabai jawa yang juga dijual dengan harga Rp.18 ribu per kilonya.
Amran mengatakan pasokan cabai Aceh setiap harinya ke Pasrraya Padang hingga mencapai puluhan ton. Sementara cabai jawa cenderung berkurang. Bahkan csbai Medan hanya sedikit. Itupun dengan kualitas tidak bagus.
Dari segi kesegaran, cabai Aceh menurutnya  lebih segar jika dibandingkan dengan cabai Jawa. Karena untuk masa tempuh perjalanan  dari Jawa kepada dibandingkan dari Aceh ke Padang membutuhkan waktu yang berbeda.
Cabai Jawa membutuhkan  waktu 3 hari untuk sampai ke Padang. Sementara cabai Aceh butuh waktu hanya dua hari saja. Sehingga lebih segar.
”Peminatnya banyak cabai Aceh. Yang Jawa juga masih ada yang nanya. Tapi kemudian beralih ke cabai Aceh,” sebutnya.
Salah seorang pengunjung, Atri (40) mengaku bersyukur harga cabai murah. Selain itu jenis cabai juga banyak pilihan. Sehingga warga yang suka makan cabai tidak perlu khawatir dengan harga cabai yang menanjak naik. “Kalau harga mahal kan masih banyak pilihan,” sebutnya. (tin)

Baca Juga  Goro Bersama Bersihkan Sampah di Drainase Aliran Sungai Parak Laweh