SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Upaya Tuntaskan Masalah Stunting, Dinas PMN Laksanakan Bimtek Optimalkan Peran Posyandu

0
×

Upaya Tuntaskan Masalah Stunting, Dinas PMN Laksanakan Bimtek Optimalkan Peran Posyandu

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN—Ketua TP-PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa, serahkan bahan Bimtek usai pembukaan.

SIJUNJUNG, METRO–Guna memaksimalkan penanganan permasalahan stunting di Kabupaten Sijunjung, Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Nagari (DPMN) mengadakan kembali kegiatan Bim­bingan Teknis (Bimtek) yang bertempat di Balairung, Kantor Bupati Sijunjung pada Rabu (29/11). Bimtek yang diselenggarakan ini bertajuk “Bimbingan Teknis Posyandu Da­lam Rangka Optimalisasi Peran Posyandu Dalam Pencegahan Stunting”. Peserta hadir terdiri (Kelompok Kerja Operasional) Pokjanal Posyandu Kecamatan dan Nagari serta kader Posyandu yang berjumlah 132 orang. Turut pula hadir Asisten I Kabupaten Sijunjung, Afrizal, Ketua TP-PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa, unsur Dinas terkait (Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas Perkim-LH, Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi, Dinas Pertanian), para Camat serta Wali Nagari.

Kepala Dinas PMN, Joni Antonius, dalam laporan kepanitiaan nya me­ma­parkan latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah menurut dari Peraturan Kemendagri Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Pembinaan Pokjanal Posyandu. Kemudian dilanjutkan dengan Peraturan Kemendagri Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar Di Posyandu.

“Dasar hukum yang melatarbelakangi kegiatan kita ini sudah lama, jadi kita perlu mengoptimalkan peran Pokjanal Posyandu kita dalam program pengentasan kesehatan di Kabupaten Sijunjung. Ha­rapan kita semua target Kabupaten Sijunjung di tahun 2023 ini seluruh Nagari kita sudah menjadi Kampung Keluarga Ber­kualitas (Kampung KB).” harap Joni.

Disamping itu, Bupati Sijunjung pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten I, Afrizal, mengatakan, permasalahan kesehatan khususnya stunting baiknya diperhatikan mulai dari hulu. Seperti langsung memberikan perhatian khusus kepada pa­ra remaja putri di lingkungan sekitar. Salah satu contoh programnya dengan memberikan edukasi di seko­lah-sekolah agar ti­dak ada korban bullying sehingga remaja putri memiliki men­tal yang sehat dan juga pemberian tablet FE (tablet penambah darah).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berharap agar para kader di Posyandu dan Puskesmas le­bih memfokuskan Loka­karya Mini (Lokmin). Agar Posyandu dan Puskesmas menjadi tempat yang me­nyenangkan, sehingga edukasi informasi bisa diterima masyarakat secara langsung, optimal dan menyenangkan.

Pemkab juga berharap agar Pokjanal bisa membuat program yang bisa mengembangkan sarana dan prasarana berkaitan dengan Posyandu yang menarik bagi masyarakat khususnya ibu dan anak. Agar terjalin hubungan yang baik dan komunikasi yang baik sehingga ma­syarakat tidak ragu untuk melaporkan permasalahan kesehatan yang mereka hadapi, terutama permasalahan stunting.

“Mudah-mudahan Bim­tek kali ini para kader Posyandu dapat mengoptimalkan program-program kesehatan yang telah ada. Dan juga bisa membuat program baru yang nantinya bisa melindungi generasi muda kita tidak hanya dari permasalahan stunting saja, namun juga dari permasalahan-permasalahan kesehatan lainnya” tutup Afrizal. (ndo)