PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pj.Wali Kota: Tanpa Guru, Kita Bukan Siapa Siapa

0
×

Pj.Wali Kota: Tanpa Guru, Kita Bukan Siapa Siapa

Sebarkan artikel ini
IKUTI—Pj Wali Kota Payakumbuh Jasman saat mengikuti upacara Hari Ulang Tahun ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2023..

POLIKO, METRO–Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Payakumbuh Jasman menjadi pembina u­pacara pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Halaman Balai Kota Payakumbuh, akhir pekan kemarin.  Pj Wako Payakumbuh Jasman me­ngungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh guru di Indonesia khu­susnya Kota Payakumbuh atas pengabdian dalam memajukan pendidikan.

“Tanpa guru tentu kita bukan siapa-siapa, terimakasih kepada seluruh guru se-Indonesia. Jangan pernah lelah untuk terus melahirkan generasi pe­nerus yang unggul dan hebat di Indonesia,” ujarnya.

Tema yang diangkat pada Hari Ulang Tahun ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2023 yakni ‘Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju’. Hadir dalam upacara peringatan tersebut Sekda Payakumbuh Rida Ananda, Wakapolres Kompol Russirwan, Ketua TP-PKK Lasta Jasman, Kadisdik Dasril, Ketua PGRI Payakumbuh, dan guru-guru hebat di Payakumbuh.

Pada upacara tersebut pelaksana penggerek ben­dera dan korsik dari SMA Negeri 3 Payakumbuh, komandan upacara dari SDN 30 Payakumbuh, dan sejumlah pelaksana upacara dari SMAN 1 Pa­yakumbuh, MTsN 1 Payakumbuh, SDN 13 Payakumbuh. Serta penam­pilan khusus dari SLBA Kota Payakumbuh, Gugus 2 Utara, Gugus 1 Timur, dan Guru TK se-Kota Payakumbuh.

Disampaikan Jasman, di tengah seluruh keterbatasan yang ada, guru-guru telah memberikan yang terbaik bagi anak bangsa dalam upaya meng­gapai cita-citanya.

“Harapan dan doa terbaik dari saya dan seluruh warga Kota Payakumbuh untuk seluruh guru hebat yang terus menerus memberikan yang terbaik bagi anak bangsa,” ujarnya.

Ketua PGRI Payakumbuh Syafwan mengung­kapkan PGRI sebagai organisasi profesi guru, pendidik, dan tenaga ke­pendidikan telah tumbuh menjadi kekuatan moral intelektual dalam memperjuangkan peningkatan harkat martabat anggo­tanya.

Kini, PGRI harus lebih mengedepankan sikap inklusif, dialogis dengan memegang teguh etika, saling menghormati da­lam spirit organisasi yang mandiri, unitaristik, dan non-partisan.

PGRI terus menjaga kemitraan yang strategis dan konstruktif dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dan menjadi wadah aspirasi para anggotanya dalam mening­katkan harkat martabat guru untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasio­nal.

“Dalam proses pendidikan, guru menjadi aktor utama dan penting yang memainkan peran strategis. Kedudukan terhormat yang dimiliki para pejabat di lembaga legislatif maupun eksekutif, tentu tidak terlepas dari peran dan jasa guru,” ujarnya.

Pascapandemi hikmah terpenting yang dapat dipetik adalah peran guru tidak akan pernah tergantikan teknologi. Guru me­rupakan profesi yang men­jadi suluh terbaik agar anak bangsa dapat terus berjalan menuju arah yang mereka cita-citakan.

Ia mengatakan PGRI berada pada situasi dan zaman yang telah be­rubah. Pengurus dan anggota PGRI di semua ting­katan harus adaptif dalam merespon segala perubahan dengan saling belajar dan berbagi dengan sesama guru.  “Di samping memperjuangkan kesejahteraan dan kepastian status guru, PGRI juga aktif melakukan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi seperti bimtek, diklat, lokakarya, dan se­minar, dapat menyasar jutaan guru di seluruh tanah air,” katanya. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan penghargaan Adiwitata Tahun 2023. Penghargaan Adiwiyata untuk tingkat nasional diberikan kepada SDN 31 Payakumbuh. Selanjutnya Adiwiyata ting­kat Provinsi  untuk SMPN 4 Payakumbuh, Adiwiyata Mandiri untuk SMPN 9 Payakumbuh, dan Adiwita tingkat Kota Payakumbuh untuk SDN 22 Payakumbuh dan SDN 07 Pa­yakumbuh. (uus)