METRO PADANG

Indikator Ekonomi Makro Sumbar Tunjukkan Tren Positif, Wagub: Pemberitaan Media Berikan Dampak yang Baik

0
×

Indikator Ekonomi Makro Sumbar Tunjukkan Tren Positif, Wagub: Pemberitaan Media Berikan Dampak yang Baik

Sebarkan artikel ini
BERTEMU PEMRED— Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah dan Akademisi dari Unand, Ilham Aldelano Azre sat pertemuan Pimpinan Redaksi “Menjaring Isu-isu Strategis dan Merumuskan Bentuk Pengelolaan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah”, Sabtu (25/11) di Aula Bappeda Sumbar.

PADANG, METRO–Sejumlah isu-isu stretegis terkait pem­bangunan Sumatra Barat (Sumbar) dibahas Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy bersama Pemimpin Redaksi media cetak, elektronik dan online, Sabtu (25/11) di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumbar.

Melalui kegiatan yang mengusung tema “Men­jaring Isu-isu Strategis dan Merumuskan Bentuk Pe­ngelolaan Komunikasi Pub­lik Pemerintah Daerah” yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informasi dan Stat­istik (Kominfotik) Sum­bar itu, Audy berke­sem­patan mengucapkan teri­ma kasih kepada insan pers, yang telah membe­rikan kontribusi terhadap pembangunan Sumbar.

Audy mengungkapkan, pembangunan Sumbar ta­hun ini berdasarkan indi­kator ekonomi makro, baik itu pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan ma­nu­sia (IPM), kemiskinan, pengangguran dan lain­nya, menunjukkan trend positif. Termasuk juga in­flasi di Sumbar. Jika tahun 2022 inflasi cukup tinggi, maka tahun 2023 ini inflasi di Sumbar cukup rendah. Bahkan secara nasional Sumbar paling rendah.

“Indikator makro eko­nomi menunjukkan trend positif berkat bantuan pem­beritaan media ten­tang Pemprov Sumbar mem­berikan banyak impact (dam­pak) yang baik. Kita bah­kan mendapat peng­hargaan di berbagai bidang. Tanggapan positif ma­sya­ra­kat juga telah sukseskan program Visit Beautiful West Sumatra 2023,” ung­kap Audy didampingi Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah.

Audy juga mengung­kapkan, saat ini kunjungan wisatawan domestik ke Sumbar mulai meningkat. Hal ini berkat pemberitaan event-event pariwisata yang positif selama ini. “Alhamdulillah kunjungan do­mestik mulai naik. Di per­te­ngahan tahun ini saja jum­lah­nya sudah men­capai ang­ka 6 juta. Kita op­timis, akhir tahun me­ningkat,” te­rang Audy saat kegiatan yang juga dihadiri sejumlah OPD lingkup Pemprov Sumbar itu.

Audy juga menjelas­kan, tahun 2023 dan 2024 nanti, isu strategis yang berkembang, terkait de­ngan politik. Di mana tahun ini dan tahun 2024 telah dimulainya pelaksanaan tahapan pemilu.

Baca Juga  Pujasera Taplau Sepi, Pedagang Minta Perbaikan

Dengan pelaksanaan pemilu ini, maka eskalasi mulai meningkat. Karena itu perlu peran serta insan pers membantu menye­imbangkan pemberitaan pemilu dengan membuka pengetahuan masyarakat tentang profil calon-calon yang ada.

Audy juga meminta pe­ran insan pers untuk menangkal pemberitaan hoax yang merusak de­mokrasi. “Informasi yang dibutuhkan masyarakat informasi yang objektif. Karena itu perlu pen­didikan dan pengetahuan kepada masyarakat. Kita cari hand­phone saja butuh in­formasi kapasitas dan ke­unggulannya. Masa me­milih caleg dan presiden hingga kepala daerah tidak li­hat pula infor­masinya,” te­rangnya.

Selain isu strategis tentang pemilu 2024, Audy juga me­ngung­kap­kan isu lainnya terkait per­masa­lahan sosial masyarakat. Di mana saat ini maraknya kasus pelecehan seksual, perundungan atau bullying, begal, tawuran dan narkoba. “Kita juga butuh informasi berita yang be­rimbang untuk masalah sosial ini,” ujarnya.

Audy juga me­nying­gung masalah kasus bunuh diri di kalangan remaja, seperti yang dilakukan kor­ban Shintia Indah Per­ma­tasari di salah satu hotel di Kota Padang akibat batal nikah.

Audy menilai, informasi yang viral di media ter­hadap peristiwa bunuh diri itu, berdampak saat ini justru timbulnya sentimen negatif terhadap adat dan budaya “uang japuik” di salah satu daerah di Sumbar.

“Karena itu saya juga meminta kepada media, jangan sampai salah mem­beritakan menimbulkan sentimen negatif terhadap budaya daerah tertentu. Harus melihat ke dalam apa yang terjadi. Jangan sampai katanya katanya saja,” harap Audy.

Kepala Dinas Komin­fotik Sumbar, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa si­nergi yang dibangun Pem­prov Sumbar dengan media selama ini sangat baik. Hal ini dibuktikan, di anta­ranya seperti merumuskan isu strategis, penyajian berita dan informasi yang akurat serta mengawal kinerja pemerintah.

Baca Juga  Penulis Buku Terbaik 2022 Sampaikan Kuliah Umum di UIN IB, “Menjadi Guru Profesional di Era Merdeka Belajar”

“Pemerintah Provinsi Sumbar dalam penye­bar­luasan informasi program prioritas dan kebijakan pemerintah daerah perlu sinergi dan hubungan yang harmonis dengan media,” kata Siti.

Selain itu ungkap Siti, Pemprov Sumbar telah melakukan upaya dalam pengelolaan isu-isu stra­tegis. Seperti, pembuatan konten dan penayangan diseluruh media termasuk media luar ruang, sosia­lisasi dan literasi langsung ke masyarakat serta jumpa pers dengan media.

Sementara, Ilham Al­delano Azre, Dosen De­partemen Ilmu Admi­nis­trasi Publik FISIP Unand menilai, selama ini media hanya disuguhi berita relis dari Pemprov Sumbar ter­kait kegiatan pemerintah daerah.  “Pendekatannya seharusnya bagaimana kita bisa menjalin ko­mu­nikasi yang lebih baik de­ngan stakeholders. Kalau sebelumnya yang nama­nya hubungan dengan sta­keholders itu mungkin bersifat pasif, Ini saatnya sifatnya proaktif,” terang Azre yang memberikan materi dengan tema “Pen­jaringan Isu Strategis dan Strategi Komunikasi Publik Menjelang 2024”.

Menurutnya, media so­sial akan mempengaruhi kinerja pemerintah secara positif dalam melacak opini dan mood publik. Dalam menghadapi narasi negatif maupun membangun narasi positif di media massa, media online, dan media sosial, saat ini Pem­prov Sumbar mem­bu­tuhkan dukungan analisis big data.

“Big data ini untuk membantu memonitor, me­nganalisis, dan me­nyu­sun strategi komunikasi. Sehingga, tata kelola dan organisasi kehumasan ins­ti­tusi pun perlu beradaptasi untuk memenuhi tanta­ngan tersebut. Evaluasi dan monitoring isu harus berlandaskan data. Jika perlu counter narasi dalam dinamika komunikasi pub­lik juga berdasarkan data riset, bukan opini publik,” terangnya.(fan/adv)