METRO BISNIS

Asiatur Umrah Launching Logo Baru, PT Asia Andalas Wisata Kantongi Izin PPIU Kemenag RI

0
×

Asiatur Umrah Launching Logo Baru, PT Asia Andalas Wisata Kantongi Izin PPIU Kemenag RI

Sebarkan artikel ini
soft lounching — Direktur PT Asia Andalas Wisata, Risbon Antoni, Ketua PKPRI Hadi Mulyadi, Kepala Kantor Kemenag Padang Edy Oktaviandi, Pengurus KPN se-Sumbar. saat acara soft lounching izin PPIU dan logo baru Asiatur Umroh, Minggu (26/11), di Kawana Padang.

PADANG, METRO–Cukup lama menanti, akhirnya PT Asia Andalas Wisata, perusahaan Travel Haji dan Umrah (Asiatur Umrah) akhirnya mendapatkan izin PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dari Kementerian Agama (Kemenag).

Pimpinan Asiatur Umrah Risbon Antoni SPd meng­ungkapkan, Izin PPIU yang dikeluarkan Kemenag dengan akreditasi SK Izin PPIU PT Asia Andalas Wisata No 24032200­5312­80003 tanggal 28 Oktober 2023.

“Alhamdulillah, lama dinantikan akhirnya Asiatur Umrah telah memiliki izin PPIU dari Kemenag,” ujar Direktur PT Asia Andalas Wisata, Risbon Antoni, saat acara soft lounching izin PPIU dan logo baru Asiatur Umroh, Minggu (26/11), di Kawana Padang.

Risbon mengungkapkan, sebelum keluarnya izin PPIU, selama ini untuk keberangkatan umrah, Asia­tur menumpang dengan menggunakan perusahaan lain bernama Asia Minitor.

Kini Asiatur Umrah telah resmi berdiri sendiri menyelenggarakan perja­lanan umrah, karena telah diresmikannya izin PPIU dari Kemenag, Maka sebagai perusahaan yang telah berdiri sendiri, hari ini juga sekaligus dilaksanakan launching logo Asuatur Umrah. “Sekaligus hari ini, kita juga lounching logo Asia­tur Umrah dengan ikon­ Kakbah,” ujarnya.

Risbon menyatakan, pelayanan ibadah umrah yang telah dilakukan Asiatur Umrah berjalan baik. Keberangkatan dan kepulangan dilengkapi dengan perlindungan selama satu tahun, sejak jemaah men­daftar. Proteksi risiko ini kerja sama dengan asuransi Jasaraharja Putra sebesar Rp25 juta.

“Ditambah lagi dengan proteksi oleh Takaful selama perjalanan sesuai jadwal. Misalnya ada jemaah yang meninggal atau sakit saat di Tanah Suci. Bahkan halangan keberangkatan pun bisa digantikan oleh ahli waris yang didaftarkan,” ujar Risbon kepada wartawan.

Hadir saat kegiatan launching ini Ketua Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Hadi Mulyadi, Kepala Kantor Kemenag Padang Edy Oktaviandi, Pengurus Kope­rasi Pegawai Negeri (KPN) se-Sumbar.

Asiatur Umrah memberikan apresiasi piagam dan hadiah Rp10 juta untuk beberapa KPN terbanyak memberangkatkan umrah anggotanya.

“Hadiah senilai Rp10 juta ini dalam bentuk diskon biaya umrah masing-masing Rp1 juta untuk 10 anggota KPN penerima,” jelas Risbon Antoni yang 26 November ini genap berusia 56 tahun.

Ditanya wartawan agar kaum muslim tidak gagal berangkat umrah, Risbon menyebut dua kiat. Pertama agar mencek izin travel umrah di website Kemenag RI. “Kedua, bisa dengan mencari testimoni pa­da kerabat dan sahabat yang telah kembali dari ibadah umrah,” ujarnya memberi advice.

Sementara, Kepala Kan­­tor Kemenag Kota Pa­dang, Edy Oktaviandi mengatakan, saat ini minat masyarakat melaksanakan ibadah haji cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan daftar tunggu antri haji yang mencapai 23 tahun. Selain haji, juga ada ibadah umrah. Bahkan demi kecintaan kepada tanah Baitullah, banyak masyarakat berulang-ulang  melaksanakan umrah.

Untuk memenuhi keinginan masyarakat pergi umrah, pemerintah menggandeng pihak-pihak tertentu untuk diberi amanah, agar umat muslim mendpaat pelayanan mengunjungi Baitullah. Salah satunya perusahaan tour dan travel.

Dengan telah dikeluarkannya izin PPIU oleh Kemenag kepada Asiatur Umrah, maka perusahaan ini sudah menggunakan bendera sendiri untuk berangkatkan umrah.

Edy juga mengingatkan masyarakat, sebelum memilih perusahaan untuk perjalanan umrah, ma­sya­rakat diminta untuk memperhatikan “Lima Pas­ti”. Yakni, pasti biro tour dan travel perjalanan umrahnya. Yakni, harus pasti memiliki izin resmi dari Kemenag. Asiatur sudah memenuhinya.

Kemudian, pastikan keberangkatannya harus je­las, yakni pesawat yang memberangkatkan harus jelas. “Pastikan akomodasi hotelnya dan juga pastikan pembiayaannya. Jangan sampai ada penambahan biaya ketika sampai,” terangnya.

Edy menilai, Asiatur akan dapat memperoleh kepercayaan masyarakat luas setelah memiliki izin PPIU resmi. Apalagi seka­rang perusahaan ini tampil dengan logo baru yang lebih humanis dan menyenangkan bagi calon jemaah umrah. “Selaku konsumen yang menggunakan jasa biro perjalanan, ini yang harus dicermati. Aisatur tampil meyakinkan dan bertanggungjawab,” terangnya.(fan)